Waspadai Polip Serviks, Karena Umumnya Tidak Didahului dengan Gejala

Waspadai Polip Serviks, Karena Umumnya Tidak Didahului dengan Gejala
Ilustrasi Tumor Polip

Rohultoday.co - Polip serviks adalah tumor yang berkembang di dalam leher rahim dan seringkali muncul tanpa menunjukkan gejala. Bentuknya memanjang dengan struktur rapuh yang tumbuh dari permukaan serviks atau bagian dalam kanal serviks.

Walaupun beberapa kanker serviks awalnya terlihat seperti polip, tapi polip serviks umumnya bersifat jinak dan tidak mengandung sel kanker. Leher rahim atau serviks adalah saluran sempit di bawah rahim yang memanjang hingga ke vagina. Bagian ini berperan menghubungkan bagian atas vagina dengan liang rahim, yang berfungsi sebagai jalan masuk sperma untuk membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan.

Memang penyebab polip serviks tidak diketahui secara jelas. Selain karena infeksi, tumor ini juga dapat dipicu oleh peradangan kronis, respons abnormal terhadap hormon estrogen, atau oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar serviks.

Umumnya orang akan mengalami satu, dua, atau paling banyak tiga polip, dengan ukuran mulai dari beberapa millimeter hingga beberapa sentimeter.

Sebagian besar pengidap polip serviks tidak mengalami gejala apa pun. Kondisi ini umumnya baru diketahui pada waktu pemeriksaan dalam serviks atau pap smear. Sementara pada sebagian kecil penderita polip serviks, gejala yang dapat muncul antara lain :

- Perdarahan pascamenopause atau pun di antara waktu menstruasi.

- Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual.

- Menstruasi dengan volume lebih banyak dari biasanya.

- Keluarnya cairan vagina berwarna putih atau kuning yang mungkin berbau akibat infeksi.

Kondisi ini biasanya paling sering dialami oleh wanita hamil di atas 20 tahun yang memiliki lebih dari satu anak, wanita yang sedang hamil, dan dialami saat terjadi peningkatan hormon estrogen.

Saat pemeriksaan, jika terdapat polip, akan tampak tonjolan atau tumor menyerupai jari berwarna merah atau ungu. Jaringan polip dapat diambil melalui biopsi untuk kemudian diperiksa di laboratorium, jika diperlukan. Pemeriksaan biopsi diperlukan untuk memastikan bahwa polip bukan disebabkan oleh keganasan.

Untuk menghentikan perdarahan, umumnya polip diangkat dengan forceps khusus saat pemeriksaan panggul / pemeriksaan dalam serviks. Pilihan nitrogen cair atau pun operasi laser juga dapat dilakukan, disesuaikan dengan kondisi polip.

Polip serviks biasanya tidak perlu diangkat jika tidak berukuran sangat besar dan tidak menimbulkan perdarahan atau keluhan yang mengganggu. Terkadang, polip serviks ini dapat luruh dengan sendirinya saat melakukan hubungan seksual atau pun menstruasi.

Polip serviks umumnya tidak muncul kembali setelah diangkat. Namun demikian, untuk mengantisipasi polip serviks lebih awal atau kemungkinan kembalinya polip setelah diangkat, dokter akan menyarankan pemeriksaan dalam serviks dan tes Pap smear secara teratur, tergantung pada riwayat kesehatan dan usia pasien.

Indeks Berita Hari Ini