Ternyata Perampokan di Kepenuhan Hanyalah Skenario, Begini Modus Pelaku

Ternyata Perampokan di Kepenuhan Hanyalah Skenario, Begini Modus Pelaku
Pelaku saat dirawat di Puskesmas

Rohultoday.co- Jangan pernah berpikiran untuk membuat laporan palsu ke polisi, apalagi membuat laporan yang direkayasa, bisa-bisa si pelapor yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Seperti yang dilakukan Joko Februanto (30) warga Desa Tri Manunggal Jalur 6 Kecamatan Tapung, Kampar. Karena laporan palsu ke Polsek Kepenuhan‎, Rokan Hulu (Rohul) yang mengaku jadi korban perampokan, Ia harus meringkuk dibalik jeruji besi.

Skenario dilakukan tersangka Joko Februanto yakni dengan berpura-pura bahwa dirinya jadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan dilakukan 4 pria tak dikenal pada Rabu (26/7/2017) lalu sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto SIK mengungkapkan, ‎untuk merekayasa perbuatannya dengan motif untuk menguasai uang pamannya Warsito sebesar Rp 15.450.000. Bahkan, Joko nekat menyayat lehernya sendiri pakai pisau yang sengaja dibawanya, hingga dirinya dirawat di Puskesmas Kepenuhan.‎

Ia menambahkan,namun, Sekenario kasus perampokan dilakukan Joko dengan pelapor Jaki Abdul Azis sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/ 44/ VII/ 2017/ Riau/ Res Rohul/ Sek. Kepenuhan, tanggal 26 Juli 2017, akhirnya berhasil diungkap Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul, pada Selasa (3/10/2017) sekitar pukul 00.30 WIB.

‎Lebih lanjutdijelaskanya, laporan palsu kasus perampokan di Kepenuhan terungkap dari hasil penyelidikan dilakukan Tim Opsnal Satuan Polres Rohul, Selasa dini hari (3/10/2017) sekitar pukul00.30 WIB.

‎Diakuinya, tidak menunggu lama, anggota Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul langsung bergerak dan menangkap tersangka Joko Februanto di rumahnya di Desa Tri Manunggal Jalur 6 Kecamatan Tapung, Kampar, tanpa perlawanan.

AKP. Wirawan menjelaskan, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 handphone merk Samsung warna hitam yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh tersangka Joko.

"Dari hasil interogasi dilakukan polisi terungkap, aksi perampokan dilaporkan pelapor Jaki Abdul Azis merupakan rekayasa dilakukan tersangka Joko sendiri," katanya, Rabu (4/10/2017).

Untuk Motif dilakukan tersangka saat kejadian Rabu pagi (26/7/2017)‎ sekitar pukul 08.30 WIB, tambahnya, Joko bersama Jaki Abdul Azis pergi ke bank BRI Unit Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan untuk transfer uang gaji kaplingan sebesar Rp ‎15.450.000 ke pamannya Warsito yang tinggal di Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Dimana, Saat itu tersangka sudah merencanakan skenario, bahwa uang Rp 15.450.000 yang akan disetorkan tertinggal di rumahnya yang saat itu masih tinggal di Desa Kepenuhan Baru, Kecamatan Kepenuhan.

Kemudian, setibanya Joko dan pelapor Jaki di bank BRI Unit Kota Tengah, tersangka Joko berpura-pura terkejut bahwa uang yang akan disetorkan tertinggal di rumah, sehingga Joko pulang sendiri ke rumahnya, sedangkan Jaki tetap tinggal di bank BRI.

AKP. Wirawan menerangkan, ternyata bukan pulang ke rumah. Sekira 100 meter dari bank BRI Unit Kota Tengah, tersangka Joko menyayat lehernya sendiri menggunakan pisau yang memang sudah dipersiapkan oleh tersangka yang sebelumnya dan diletakkan di bawah jok sepeda motor.

Setelah menyayat lehernya, tersangka langsung membuang pisau di kebun kelapa sawit warga. Namun saat membawa sepeda motor, tersangka terjatuh di pinggir jalan dan tidak sadarkan diri.‎

"Jadi tersangka sendiri yang menyayat lehernya pakai pisau yang memang sudah dibawanya," ungkap.

Selanjutnya, Tak lama berselang, dua warga bernama Surianto dan Susanto (saksi) menolong Joko dan membawanya ke Puskesmas Kepenuhan di Kota Tengah.

"Jadi selama ini, diketahui tersangka Joko‎ yang merawat dan memanen kelapa sawit di kebun milik pamannya Warsito yang tinggal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, motif dilakukan tersangka Joko membuat laporan palsu ke Polsek Kepenuhan karena sebelumnya tersangka pernah meminjam uang ke pamannya Warsito, namun tidak dikasih.

"Dari pengakuan tersangka , karena tidak diberikan pinjam uang, tersangka membuat skenario untuk mengambil uang gaji Kaplingan milik pamannya. Saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolres Rokan Hulu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya," pungkasnya.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini