Sendok ini Ramah Lingkungan dan bisa juga Dimakan

Sendok ini Ramah Lingkungan dan bisa juga Dimakan
Sendok plastik ini bisa dimakan © liputan6

Rohultoday.co - Lelah dan muak melihat tumpukan sampah sendok plastik membuat Narayana Peesapaty punya ide cemerlang. Tak sekadar ide, pria asal India ini berkreasi menciptakan sendok yang bisa dimakan.

Peesapaty mulai mengembangkan sendok yang bisa dimakan terbuat dari millet (satu kelompok dengan serealia), tepung beras dan tepung gandum ini pada tahun 2010 lalu.

Dalam waktu sebentar, perusahaan tempatnya bekerja, Bakeys, berhasil menjual 1,5 juta sendok ciptaan itu.

Melihat besarnya animo masyarakat, Peesapaty ingin memproduksi lebih banyak lagi. Ini artinya dia perlu memikirkan cara agar harga sendok ini kompetitif dengan sendok plastik.

Pada Maret 2016, lewat dana bantuan dari kampanye Kickstarter perusahaan ini mengumpulkan US$ 20 ribu atau setara Rp 268.800.000 (Rp 13.440 per dolar AS). Rencananya, dengan dana ini Bakey bakal mengembangkan produk dan melakukan ekspansi.

Peesapaty mengatakan sendok yang bisa dimakan ini bisa bertahan paling tidak 20 menit ketika menyendok makanan atau minuman panas. Sendok ini juga tersedia dalam beragam rasa, seperti manis, jahe, jahe-bawang putih, seledri, lada hitam, mint, dan buah bit. Masa kedaluwarsa sendok ini sekitar dua tahun.

"Anda bisa memakan sendok ini. Jika tidak dimakan, bisa dibuang. Dalam empat hingga lima hari akan terurai," tuturnya mengutip Mashable, Rabu (12/7/2017).

Perusahaan ini berkeinginan agar bisa memproduksi dan mendistribusikan sendok yang bisa dimakan itu lebih banyak lagi ke seluruh dunia. Ia berharap terobosan ini mampu mengurangi produksi sampah sendok plastik.

Sumber : liputan6

Indeks Berita Hari Ini