Rendam Ratusan Rumah, Ternyata ini Penyebab Banjir di Ujung Batu

Rendam Ratusan Rumah, Ternyata ini Penyebab Banjir di Ujung Batu
Perbaikan Sistem Drainase di Ujung Batu

Rohultoday.co- Warga Kecamatan Ujung Batu, Mengharapkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) segera melakukan Normalisasi terhadap Drainase di Kecamatan Ujung Batu, Khusunya Daerah yang menjadi langganan Banjir. Pasalnya,  buruknya sistem drainase di kecamatan ujung batu  menjadi salah satu penyebab banjir di kecamatan ini. 

Salah satu daerah langganan banjir di kecamatan ujung batu, adalah desa suka damai. Di desa suka damai terdapat sekitar 85 Kepala Keluarga, yang terkena banjir karena buruknya sistem drainase yang tak mampu mengalirkan air ke sungai Rokan Kiri sebagai sungai utama di kecamatan ini. Bahkan, banjir pada tahun ini semkin tinggi dari tahun sebelumnya, dimana banjir telah mencapai sepinggul orang dewasa. 

Untuk itu masyarakat dan pemerintah Kecamatan Ujung Batu dibantu BPBD Rohul dan Dinas PUPR Minggu (24/12) melakukan pengerukan drainase. dengan menggunakan eskavator milik Dinas PUPR , tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat gorong-gorong, satu persatu diangkat ke mobil dump truck. 2 unit mobil damkar dari bpbd dan pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk membersihkan gorong-gorong tersumbat penyabab banjir. 

Ketua RW 03 Suka Damai  Ali Rusda mengakui, salah satu penyeybab banjir di desa suka damai adalah tersumbatnya drainase dan gorong-gorong ke sungai rokan. ali rusda mengakui, pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan dan pembersihan drainase kepada pemerintah kabupaten rokan hulu, tapi sayangnya hingga kini tak pernah direalisasikan. 

“Alhamdulilah, Pada tahun ini pemerintah kecamatan ujung batu cepat tanggap melihat persoalan masyarakat dengan melakukan pembersihan gorong-gorong, sehingga banjir tidak  terlalu parah, meski daerah kami masih tergenang banjir,” kata Ali Rusda. 

Sementara itu, camat ujung batu Elfisman hendri mengakui, gorong-gorong di desa suka damai tidak dibersihkan sejak 5 sampai 7 tahun. pemerintah kecamatan ujung batu sudah mengusulkan pembangunan bok culvert kepada pemkab Rohul tetapi hingga kini belum terealisasi. 

“Agar banjir tidak semakin parah, maka  pemerintah kecamatan Ujung batu, BPBD Rohul, Dinas PUPR dan masyarakat telah melakukan pembersihan gorong-gorong yang terbukti efektif  menyebabkan banjir surut,” ucap Elfisman. 

Elfisman hendri menambahkan di kecamatan ujung batu terdapat  6 titik banjir dimana titik terparah berada di desa suka damai, kampung sawah, ujung batu timur dan  pematang tebih. namun berkat adanya upaya gotong royong normalisasi drainase ini banjir di ujung batu diharapkan kedepan banjir ini tidak terjadi lagi.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini