Puskesmas Rambah Jadi Pilot Project Program Battra di Rohul

Puskesmas Rambah Jadi Pilot Project Program Battra di Rohul

ROHULTODAY (RT)- Puskesmas Kecamatan Rambah menjadi pilot project dalam pelaksanaan program Pengobatan Tradisional (Battra) di Kabupaten Rokan Hulu. Battra yang telah diterapkan di Puskesmas tersebut, merupakan program Pemerintah Pusat dalam upaya pengembangan tanaman tradisional.

           

Kepala Puskesmas Rambah drg Dewi Maya Rianti didampingi Staf Puskesmas pemegang Program Battra, Juli Supriadi SKM kepada wartawan, Selasa (13/1/2015), menyebutkan dalam mendukung Program Battra, Puskesmas Rambah membuka Poli Akupresur dan membangun Taman Obat Keluarga (Toga).

           

Diakuinya, hingga awal tahun ini, Puskesmas Rambah telah mengembangkan sedikitnya 29 jenis tanaman obat tradisional. Menurutnya, Poli Akupresur, merupakan terapi melalui pijatan di titik-titik syaraf pasien, dalam membantu mengurangi penyakit.Sedangkan obat yang digunakan yakni tanaman obat alami.

           

‘’Di Poli Akupresur Puskesmas Rambah, pasien diakupuntur di titik-titik penyakit, dengan menggunakan jari.Tidak menggunakan jarum khusus seperti akupuntur yang kini banyak di daerah luar Rokan Hulu.’’sebutnya

           

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, Poli Akupresur ini tekniknya hampir sama sama dengan akupuntur.Bedanya, akupresur lebih pada pemijatan di titik-titik syaraf dan obat yang digunakan berasal dari tanaman tradisional, bukan obat kimia.     

           

‘’Puskesmas Rambah, salah satu Puskesmas telah memiliki Poli Akupresur di Provinsi Riau.Untuk di Riau ada tiga, selain Rohul, dua lainnya Puskesmas Harapan Raya dan Puskesmas Senapelan Kota Pekanbaru.Kita targetkan Program Toga di Puskesmas Rambah selesai dalam bulan ini.’’sebutnya

           

Dewi menjelaskan, Puskesmas Rambah, selain menerapkan program Battra juga menerapkan Program Usila (Usia Lanjut) dengan melaksanakan senam massal setiap Kamis pagi.

           

Sementara itu, Juli Supriadi menjelaskan di Poli Akupresur Puskesmas Rambah kebanyakan menggunakan obat tradisional, khususnya bagi pasien yang penyakitnya ringan.Disamping, Program Battra berupaya mengurangi mengkonsumsi obat zat kimia.

           

Diakuinya, penyembuhan menggunakan obat tradisional memang memakan waktu lama.Tapi bisa menyembuhkan penyakit pasien secara total.Berbeda dengan obat kimia, meski sembuh cepat, namun dalam jangka tertentu, penyakit bisa kembali lagi.

           

‘’Pasien yang ditangani di Poli Akupresure tidak kembali lagi.Kami juga sudah sarankan mereka konsumsi obat tradisional sesuai keluhan penyakitnya,’’sebutnya.***[ady]