Potensi Jadi PLTA, Air Terjun Lompatan Harimau Rokan di Minati Investor

Potensi Jadi PLTA, Air Terjun Lompatan Harimau Rokan di Minati Investor

Rohultoday.com- Keberadaan air terjun Lompatan Harimau dengan tinggi 100 meter di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, ternyata memiliki potensi dijadikan waduk serbaguna dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Bahkan potensi itu diminati sejumlah investor.

 

Diakui Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Drs Yusmar Yusuf M.Si, Kamis (12/2/2015) menyebutkan, air terjun Lompatan Harimau telah ditinjau Kementrian Pekerjaan Umum (PU) berdasarkan hasil survey sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Riau, 19 Agustus 2014 lalu.

 

“Sejauh ini, kita belum mengetaui prosesnya. Hanya saja memang ada potensial untuk dijadikan PLTA di kawasan air terjun Lompatan Harimau itu,” kata Yusmar.

 

Katanya lagi, dari hasil survey sementara BWS Sumatera III Riau, keberadaan air terjun Lompatan Harimau, sangat berpotensi dijadikan waduk primer atau waduk induk untuk PLTA, serta waduk tersier irigasi pertanian persawahan petani.

 

Bahkan, dari peninjauan pihak swasta, air terjun Lompatan Harimau berpotensi menjadi waduk untuk PLTA, yang bisa menghasilkan energi listrik sekitar 3X40 mega watt (MW) atau capai 120 MW bila menggunakan 3 mesin turbin.

 

Sedangkan hasil peninjauan Kementrian PU, air terjun cukup berpotensi sebagai waduk serbaguna untuk PLTA menghasilkan energi listrik sekitar 76 MW.

 

“Memang sejauh ini, ada minat sejumlah pihak investor swasta serta pemerintah pusat, tetapi masih perlu dilakukan beberapa tahapan, seperti ganti rugi lahan masyarakat dan lain-lainnya,” ungkap Yusmar. Bahkan diakuinya, investor sudah  berikan lampu hijau, namun kesepakatan belum final.

 

Sebut Kadistamben lagi, pihaknya juga sudah meminta dinas terkait di Pemprov Riau, agar melakukan survey. Karena survey membutuhkan dana yang tidak sedikit.

 

“Rencananya, diusahakan diajukan melalui APBN. Bila melalui APBN, waduk itu nantinya bisa multifungsi (PLTA dan irigasi pertanian), namun bila swasta yang membuatnya, maka untuk PLTA saja,” sebutnya.

 

Yusmar juga menegaskan, ada sekitar 50 persen warga Rohul di sejumlah kecamatan yang baru menikmati listrik hingga kini. Bahkan Kepala Bappeda Rohul Nifzar beberapa waktu lalu mengatakan, jika rencana pembangunan waduk serbaguna untuk PLTA terealisasi, maka hal itu akan menjanjikan, termasuk dapat mengatasi krisis listrik di Rohul.***[ady]

Indeks Berita Hari Ini