Membangun Budaya Akademik Baru Di Lembaga Pendidikan

Membangun Budaya Akademik Baru Di Lembaga Pendidikan
Herdianto

Rohultoday.co - Pendidikan pada dasarnya adalah investasi sekaligus modal yang sangat berharga dalam mencapai kemajuan. Itu sebabnya pelaksanaan pendidikan harus dikelola dengan baik, karena masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di negara itu sendiri.

Pendidikan tidak hanya ada dibangku sekolah, tapi bisa juga dilakukan di rumah dan masyarakat. Hanya saja, sekolah dibentuk sebagai lembaga khusus yang melaksanakan pendidikan, sehingga sudah menjadi keharusan sebuah sekolah harus memiliki budaya akademik yang positif.

Jika dikaitkan dengan kemajuan teknologi, informasi dan pengetahuan, hal tersebut menjadi suatu kemudahan yang besar yang bisa dimanfaatkan para peserta didik. Salah satu yang penting saat ini adalah membangun budaya atau kultur akademik yang baru.

Beberapa permasalahan sederhana yang berkaitan dengan budaya akademik adalah masih terlihat peserta didik yang selalu antusias dan merasa senang ketika ada hari libur atau guru yang tidak masuk dengan alasan tertentu. Begitu juga saat jam istirahat atau jam kosong, tidak terlihat nuansa akademik di sekolah.

Komunikasi diantara guru yang membahas perbaikan pembelajaran hanya sedikit dijumpai. Oleh karena itu, nuansa akademik harus kembali ditanamkan. Ketika kita ke sekolah diharapkan terasa nuansa yang berbeda.

Budaya sekolah pada dasarnya adalah nilai atau asumsi bersama yang dimiliki warga sekolah. Terdapat empat langkah yang bisa dilakukan untuk membangun budaya akademik baru di sekolah :

1. Menyusun dan melaksanakan aturan baru dengan semangat perubahan.

Budaya karena bersifat kebiasaan tentu butuh kesepakatan untuk merubahnya. Dengan adanya aturan dan semangat melaksanakan aturan, akan menjadikan sesuatu yang tidak biasa akan menjadi biasa.

Contoh sederhana adalah membentuk kelompok-kelompok belajar dan mengaktifkan kegiatannya. Melaksanakan pertemuan atau rapat rutin membahas perkembangan sekolah minimal sekali sebulan, membangun budaya saling menghargai, tepat waktu dan sebagainya.

2. Komitmen dan disiplin dalam penegakan aturan

Kurangnya komitmen dalam penegakan aturan adalah permasalahan yang sering muncul saat ada aturan baru dibuat. Terkadang aturan hanya dipatuhi saat pertama kali dibuat. Komitmen semua pihak sangat diperlukan dalam penegakan aturan. Pimpinan institusi baik kepala sekolah dan majelis guru harus menjadi contoh utama dalam penegakan aturan.

3. Meningkatkan efektivitas pengawasan.

Pengawasan sangat penting untuk menjamin aturan selalu dijalankan secara konsisten.

4. Penerapan sanksi yang adil.

Setiap ada aturan harus selalu diiringi dengan sanksi yang jelas. Setiap pelanggaran terhadap aturan diberikan sanksi yang adil sesuai dengan kesalahan atau tingkat pelanggarannya. Jangan pernah memberikan sanksi dengan melihat siapa yang melakukan kesalahan tetapi lihatlah berdasarkan kesalahan yang dibuat.

Membangun kebiasaan atau budaya tentu membutuhkan waktu. Jangan pernah takut untuk memulai karena sejauh apapun perjalanan yang akan ditempuh harus selalu diawali dengan langkah pertama. Dengan semangat perubahan, semoga sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi sivitasnya. Budaya akademik positif akan dapat menggambarkan kualitas pendidikan.