Mahasiswa Pertanian UPP Lakukan Penelitian Biskuit Biji Karet

Mahasiswa Pertanian UPP Lakukan Penelitian Biskuit Biji Karet

Rohultoday.com- Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yakni Sutrisno, Yulianto dan Sri Ananda Selian di bawah bimbingan dosen Eksa Rusdiyana, SP MSc meneliti tentang formulasi biskuit dari biji karet. Penelitian tersebut terinspirasi dari banyaknya biji karet di perkebunan karet Rokan Hulu yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

           

“Tantangan pemanfaatan biji karet, memang karena adanya kandungan asam sianida (HCN) yang bersifat racun, namun dengan perebusan dan perendaman yang baik asam sianida tersebut bisa hilang,” kata Sutrisno selaku Ketua peneliti, Selasa (24/2/2015) di Pasir Pengaraian.

           

Penelitian tersebut, lanjutnya, telah melalui 2 tahap pengujian yaitu uji kesukaan dan uji laboratorium.Untuk uji kesukaan dilakukan pada beberapa panelis  masyarakat umum untuk menilai rasa, warna, tekstur, dan aroma.

           

Sementara dari beberapa formulasi biskuit yang diujikan telah ditemukan biskuit dengan komposisi yang paling disukai oleh masyarakat, bahkan nilai kesukaannya mendekati biskuit yang ada di pasaran sebagai biskuit kontrol.

           

‘’Jika biskuit kontrol memiliki nilai kesukaan 7,8 maka biskuit yang berhasil dibuat tersebut mencapai nilai kesukaan 7,7.Sedangkan nilai untuk warna, aroma dan tekstur juga tidak jauh berbeda,’’papar Yulianto.

           

Sementara itu, Dosen pembimbing Eksa Rusdiyana SP MSc  menyebutkan, pengujian skala laboratorium yang telah dilakukan di Laboratorium Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menunjukkan hasil yang positif.Karena biskuit dari biji karet tersebut mengandung protein dan karbohidrat yang cukup tinggi.

           

Meski, masih ditemui kandungan HCN dalam jumlah batas aman untuk konsumsi. “Sebagai penelitian awal hasilnya sudah cukup positif, tinggal ke depan perlu peningkatan ketelitian untuk mencari komposisi dengan kandungan yang terbaik, serta sistem pengolahan yang tepat untuk menghilangkan HCN nya,” ujar Eksa Rusdiyana.***[ady]

Indeks Berita Hari Ini