Lokal di SMAN 1 Rambah Dikurangi, Pemkab Bangun 2 SMA Negeri Baru

Lokal di SMAN 1 Rambah Dikurangi, Pemkab Bangun 2 SMA Negeri Baru
Kadisdikpora Rohul, H. Muhammad Zen

Rohultoday.com- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul membangun dua unit lagi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) baru,  di Kecamatan Rambah. Dua SMAN baru dibangun karena adanya pengurangan jumlah lokal di SMAN 1 Rambah.

 

Diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul, H Muhammad Zen, lokal di SMAN 1 Rambah dikurangi dari 9 lokal jadi 6 lokal. Sehingga Pemkab Rohul membangun dua SMAN baru, yakni SMAN 2 Rambah di Desa Pematang Berangan serta SMAN 3 Rambah, yang menggunakan bekas Kantor Dishubkominfo di KM 6 Desa Sukamaju.

 

Untuk SMAN 1 Rambah sendiri, nantinya akan dijadikan sekolah unggulan atau favorit, rencananya nantinya akan bekerjasama dengan perguruan tinggi favorit di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan unisversitas lainnya.

 

Sedangkan SMAN 2 Rambah dan SMAN 3 Rambah sendiri, tidak membatasi penerimaan. Dimana kedua sekolah akan lebih prioritaskan penduduk tempatan. Sementara SMAN 1 Rambah akan jadi sekolah rujukan nasional.

 

“Bagi calon siswa yang diterima di SMAN 1 Rambah berdasarkan nilai rapor. Dimana seluruh ranking satu SMP berhak mendaftar di sana, namun harus mengikuti tes. Bagi yang muslim wajib bisa mengaji,” sebut M. Zen, Jumat (29/5/2015).

 

H M Zen juga mengungkapkan, di tahun ajaran baru 2015/2016, lokal di SMAN 1 Rambah dibagi 6 lokal, untuk 2 lokal nantinya jurusan IPA, 2 lokal jurusan IPS, dan 2 lokal lainnya untuk jurusan Bahasa. Dimana penerimaan siswa juga dibatasi, hanya 216 orang atau 36 orang per kelas.

 

“Sebelumnya ada sembilan lokal, namun mulai tahun ini dikurangi jadi enam lokal yang setiap lokal diisi 36 siswa,” tegasnya.

 

HM Zen menjelaskan dengan dibangunnya dua SMAN baru di Rambah, jumlah sekolah jadi 31 uni SMA, dan 34 unit SMK. Dia menilai, saat ini perbandingan antara SMK dan SMA baru berbanding antara 60 banding 40, dari target sebelumnya 70 banding 30.

 

Sebut HM Zen lagi, di SMAN 1 Rambah sendiri, sudah dua kali masuk perencanaan pengembangan. Dimana pertama, tahun 2013 lalu sudah dianggarkan Rp 10 miliar, namun karena APBD Rohul defisit, hal itu gagal dilakukan.

 

Lalu, tahun ke dua, tahun 2014, kembali dianggarkan Rp 6 miliar, lagilagi karena tidak adanya akses ke dalam untuk bahan material, itu dibatalkan. Juga karena lokasi semakin sempit, selama ini siswa SMAN 1 Rambah tidak pernah mengikuti upacara setiap hari Senin.

 

Sedangkan menurut Kepala SMAN 1 Rambah, Iskandar, hingga kini,  sudah 420 calon siswa mendaftarkan diri ke sekolahnya. Dari sekian banyak calon siswa, ada yang dari Sumatera Utara, Pekanbaru, bahkan Sumatera Barat.***[Ady]

Indeks Berita Hari Ini