Layanan Kesehatan di Rohul Harus Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Layanan Kesehatan di Rohul Harus Terapkan Kawasan Tanpa Rokok
Kepala Dinas Kesehatan Rohul drg Grifino Dahlihardy

Rohultoday.co- Seluruh layanan kesehatan pemerintah dan swasta, baik itu Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu, sudah harus menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR).     

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Rohul drg Grifino Dahlihardy, Senin, (10/7/2017), terkait penerapan KTR din setiap layanan kesehatan baik Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik di Rohul.     

Menurutnya, sejauh ini, penerapan KTR di layanan kesehatan di Rohul belum maksimal, karena pihak layanan kesehatan belum ada action.     

Sebab, dirinya masih sering melihat di bagian pelayanan kesehatan, keluarga pasien yang menunggu antrian berobat atau mengambil obat di apotik, mereka merokok di area Rumah Sakit, Puskesmas maupun klinik.     

Dikarenakan masyarakat belum terbiasa, dalam bentuk teguran. Sehingga kedepan pihaknya terus berupaya melalui layanan kesehtan dapat melakukan sosialisasi.     

"Perbub tentang kawasan tanpa rokok sudah ada tahun 2012 lalu. Namun perbub itu perlu direvisi, terkit sanksi. Maka itu Perlu dilakukan sosialisasi. Setelah itu akan tingkatkan sanksi atau denda bagi yang merokok di KTR. Sanksinya bisa dalam bentuk uang, dan denda itu masuk ke Kas Daerah. Kita perlu lakukan peninjauan ke daerah yg telah terapkan KTR,’’ katanya.     

Dia menontohkan, Rumah Sakit milik swasta dan pemerintah di Jakarta, bagi yang kedapatan merokok di KTR, ada dendanya dalam bentuk uang cash. Nanti serah terima kepada yg bersangkutan, sehingga menjadi pendapatan bagi pemerintah.     

Gripino menambahkan, sehubungan dengan semakin meningkatkan prevalensi perokok terutama pada anak dan remaja yang sejalan dengan peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) serta beban pengobatan akibat PTM, Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat, menginstruksikan agar bupati dan wakilota melaksanakan kebijakan KTR.     

Dalam rangka perepatan pencegahan penyakit tidak menular terutama yang disebabkan faktor risiko konsumsi hasil tembakau, Bupati akan hadiri pertemuan Aliansi Bupati dan Walikota Peduli KTR dan Pengendalian PTM, 11-12 Juli mendatang di Yogyakarta.     

"Sebenarnya di RSUD Rohul sudah menerapkan KTR, tapi belum maksimal. Pamun perlu pengawasan dan sosialisasi di area RSUD bebas asap rokok. Hasil pertemuan itu, kita harpakan adanya instruksi dan kebijakan Bupati dalam hal penerapan KTR di layanan kesehatan baik Pemerintah dan Swasta di Rohul,’’ sebutnya.     

Dia menghimbau seluruh layanan kesehatan di Rohul dapat mempublikasikan dan menempelkan secara besar hurup dan tulisan penerapan KTR di area layanan kesehatan, baik Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang ada. Karena udara segar adalah milik kita semua.     

"Mari mulai dari kita sendiri untuk menjaga agar lingkungan kita tetap asri serta bebas dari asap rokok," pinta Kadiskes.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini