Kecelakaan Maut Kontingen MTQ Rohul, Berikut Kepribadian Korban Dimata Keluarga

Kecelakaan Maut Kontingen MTQ Rohul, Berikut Kepribadian Korban Dimata Keluarga
Kunjungan Pihak Jasa Raharja Pasir Pengaraian di Kediaman Korban

Rohultoday.co- Duka mendalam masih menyelimuti keluarga pasangan Jalaluddin dan Aspalila atas kepergian anak kedua mereka yang bernama Wahyu Permana Putra, yang diketahui meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang dialaminya ketika dalam perjalan ke Kota Dumai. 

Diketahui korban merupakan salah seorang anggota Penari dari Rohul yang berangkat ke Kota Dumai dalam rangka Pembukaan MTQ Riau. Korban bersama rekan-rekannya berangkat ke Kota Dumai menggunakan Bus Pariwisata. 

Di rumah duka yang terletak di Dusun Kaiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah itu, terlihat bendera putih tanda keluarga sedang berduka, kemudian juga ada beberapa papan bunga ucapan belasungkawa di bagian depan rumah. 

Para tokoh masyarakat dan warga sekitar pun silih berganti memasuki rumah duka dengan agenda Takziah. Dalam takziah itu juga hadir perwakilan Jasa Raharja Pasir Pengaraian Kuswandi. 

Menurut keterangan Paman korban Taufik Ahmadi Daulay, korban merupakan sosok yang baik hati, patuh kepada orangtua dan rajin beribadah. Kemudian ia juga tipe orang yang mudah bergaul dengan orang-orang baru dikenalnya. 

Menurut Sekdes Sialang Jaya ini, kepergian salah seorang keponakannya ini merupakan duka yang sangat mendalam. Dikarenakan, korban merupakan anak yang berbakat dan saat ini sedang menempuh pendidikan di SMAN 1 Rambah. 

"Kesedihan ini sangat mendalam. Apalagi saat ini Ayahnya juga sedang dirawat di Rumah Sakit karena juga mengalami kecelakaan dihari yang sama dengan korban kecelakaan,"kata Taufik, Ahad (10/12/2017) di kediaman korban. 

Topik juga menerangkan, sebelum kepergiannya, korban juga sempat merawat Ayahnya yang sedang menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kecamatan Rambah. 

"Sebelum berangkat ke Dumai, keponakan saya itu sempat minta uang ke orangtuanya. Dan dia berjanji, kalau uang itu berlebih atau bersisa untuk kebutuhannya di Dumai, akan dikembalikan,"ucap Taufik. 

Diakuinya, sebelum dikebumikan di Tempat Pemakan Umum desa setempat, korban disembahyangkan di Mesjid Darussalam, Kaiti. Pada kegiatan itu korban di sholatkan lebih dari 300 jemaah. 

Sementara dari pihak Jasa Raharja Pasir Pengaraian Kuswandi yang juga hadir pada Tahziah itu mengatakan kedatangannya merupakan salah bentuk rasa belangsungkawa atas kejadian itu. Kemudian ini juga merupakan ajang silaturahmi. 

"Selain silaturahmi, kita juga mempersiapkan berkas untuk menyalurkan santunan kepada kelurga korba,"kata Kuswandi. 

Dilanjutkan Kuswandi, adapun santunan yang akan diberikan pihak Jasa Raharja Pasir Pengaraian kepada keluarga korban yakni santunan tunai sejumlah Rp 50 juta. Dan rencananya akan diberikan pada Senin (11/12/2017) besok. 

"Kita sedang koodinasi dengan Ajudan pak Plt Bupati Rohul H. Sukiman, mudah-mudahan beliau juga bisa hadir pada pemberian santunan itu,"tutupnya.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini