Horeee, Gaji Perangkat Desa dan BPD se-Rohul Naik

Horeee, Gaji Perangkat Desa dan BPD se-Rohul Naik
@ilustrasi

Rohultoday.co- Tahun 2016 ini, Pemkab Rokan Hulu (Rohul) menaikan gaji seluruh perangkat desa, mulai dari Kepala Desa, Sekdes, Kaur serta BPD.  Tidak hanya akan menerima gaji, seluruh Perangkat desa juga akan dapatkan insentif berupa tunjangan yang besaranya capai ratusan ribu rupiah setiap bulanya.

 

Dikatakan Plt Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD)m Prasteyo, kenaikan gaji dan pemberian tunjangan bagi perangkat desa dan BPD se-Rohul, sudah diberlakukan Pemkab Rohul terhitung Januari 2016, dan telah dibayarkan 6 bulan sekaligus sampai Juni.

 

Kata Prasteyo lagi, kenaikan gaji perangkat desa dan BPBD, berdasarkan  Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 16 Tahun 2015 tentang penghasilan tetap kades dan  perangkat desa, tunjangan kades perangkat desa serta tunjangan bpbd se Kabupaten Rohul, menindak lanjuti  Peraturan pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2016 tentang petunjuk teknis UU nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan desa.

 

“Di Perbup nomor 16 tahun 2015, Pemerintah menetapkan besaran gaji Kepala desa Rp 3 juta, Sekdes diberikan gaji Rp 2, 1 juta dan Kepala Urusan (Kaur) Rp1,.8 juta. Ketua BPD Rp 1, 3 juta , wakil Ketua BPD Rp 1 juta, Sekretari Rp 800 Ribu anggota Rp 700 ribu,”  jelasnya.

 

Bukan hanya dapatkan gaji bulanan, seluruh perangkat desa mulai tahun 2016 juga akan terima insentif berupa tunjangan yang dibayarkan setiap bulannya. Untuk besaran tunjangan tersebut 60 persen dari gaji penghasilan tetap yang dianggarkan dalam Alokasi Dana Desa (ADD). Dari perhitungan itu, kepala desa mendapatkan tunjangan Rp 700 ribu per bulan, Sekdes Rp600 ribu per bulan Kaur Rp500 Ribu per bulan.

 

“Dulunya, tunjangan untuk perangkat desa dan BPBD diberikan dalam bentuk biaya operasional besarannya Rp1.5 juta per tahun, namun sekarang dibayarkan per bulan,” kata Prasetyo lagi.

 

Tambahnya, bila merunut kepada aturanya, tunjangan kepada perangkat desa kemungkinan akan terus meningkat tahun 2017 mendatang. Hal itu tidak lepas dari adanya komitmen dari pemerintah kabupaten Rohul untuk meningkatkan ADD dari dari Rp 56.5 miliar dalam APBD Rohul 2016 menjadi Rp83.2 miliar atau 10 persen dari dana Perimbangan Rohul Saat ini, di APBD Rohul 2017.

 

“Bila ADDnya meningkat, maka tentunya akan mempengaruhi kenaikan tunjangan bagi seluruh perangkat desa di Rohul karena siltap dalam ADDnya juga akan meningkat,” ucapnya.

 

Kenaikan gaji dan pemberian tunjangan bulanan untuk perangkat desa, tentunya akan  jadi daya tarik bagi masyarakat untuk menjadi perangkat desa.

 

“Namun yang terpenting, adanya kenaikan gaji dan pemberian tunjangan pada perangkat desa, dapat mendongkak kinerja perangkat desa sehingga mereka dapat bekerja sungguh-sungguh  dalam melayani masyarakat. Yang terpenting lagi, mencegah perangkat desa berprilaku Koruptif di tengah besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah saat ini,” harap Prasetyo.***[rls]

Indeks Berita Hari Ini