Herman : Daripada Mengemis, Lebih Baik Buat Sangkar Burung dan Asah Batu Akik

Herman : Daripada Mengemis, Lebih Baik Buat Sangkar Burung dan Asah Batu Akik
Pengrajin Sangkar Burung, Herman

Rohultoday.com- Beginilah kalau Allah sayang pada hambanya, meski cacat kedua Kakinya, karena diamputasi, Herman (45) warga Dusun Damai Dua Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, miliki ketrampilan kreatif yakni membuat sangkar burung yang ditekuninya selama kakinya di amputasi karena kecelakaan.

 

Selain membuat sangkar burung, bapak satu anak itu juga miliki keahlian asah-mengasah batu akik yang kini lagi tren di tengah-tengah masyarakat Rokan Hulu, terkadang dirinya mendapat rejeki disana walaupun nilainya tidak besar setiap satu batu akik yang di asahnya.

 

"Dari pada saya pergi meminta-minta di jalanan atau di kerumah-rumah  orang, lebih baik membuat sangkar burung dan mengasah cincin batu akik, itulah rejeki saya, meski hasil tidak bisa ditabung hanya pas-pasan,” kata Herman kepada Wartawan, Sabtu (18/4/2015) saat ditemui di rumahnya.

 

Usaha yang sudah  dimulai digelutinya Tiga Tahun Lalu, lanjut Herman, merupakan profesi yang hanya bisa dia lakukan akibat keadaan yang memaksa akibat kecelakaan yang menimpanya pada Desember 2012 lalu. Dari kecelakaan tersebut dia harus merelakan kedua kakinya untuk diamputasi.

 

Tambahnya lagi, Pekerjaan yang kini ditekuninnya hanya mampu membuat satu sangkar burung dalam tiga Hari. Dengan harga 200 ribuan perunitnya, sehingga dalam sebulan Herman hanya bisa memperoleh penghasilan mulai dari Rp 500 sampai Rp 1 juta. " Penghasilan dari Buat Sangkar Burung bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun tidak bisa menabung untuk masa depan," tuturnya.

 

"Semoga Pemerintah dapat memberikan bantuan berupa kaki paslu, sebab kondisi tersebut sangat menganggu aktivitas sehari-hari dan bekerja membuat sarang burung," harapnya.

 

Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Pematang Tebih, Juraidi mengaku dari pemerintahan Desa telah berulangkali mengusulkan bantuan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Rokan Hulu untuk pembuatan kaki palsu, namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

 

“Kami sudah berulangkali mengusulkan bantuan untuk kaki palsu ke Dinas Sosial, namun hingga kini Allah Waalam, belum juga terealisasi,” beber Juraidi.***[Fahrin]

 

Indeks Berita Hari Ini