Haul Syekh Ibrahim Al-Khalidi Ke-57, Achmad: Kita Patut Bersyukur Negeri kita Negeri yang Diberkahi

Haul Syekh Ibrahim Al-Khalidi Ke-57, Achmad: Kita Patut Bersyukur Negeri kita Negeri yang Diberkahi
Haul Syekh Ibrahim Al-Khalidi Ke-57

Rohultoday.co- Ribuan Jamaah Tareqat Naqsabandiyah menghadiri Haul ke-57 Tokoh pengembang Tareqat Naqsabandiyah Syekh Ibrahim Al-Khalidi An Naqsyabandi di Masjid Syekh Ibrahim di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, Ahad (3/9/2017) pagi.

Peringatan Haul ke-57 Syekh Ibrahim Al Khalidi, An- Naqsabandi ini diawali dengan ziarah kubur, dan ditutup pengajian serta solat Zuhur berjemaah di Surau Suluk Syekh Ibrahim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Dua Priode Drs H Achmad MSi, yang juga cucu dari almarhum Syekh Haji Ibrahim Al-Khalidi An Naqsyabandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Ir. Damri Harun, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, para tuan guru, Mursyid dan Khalifah, serta jemaah Tareqat Naqsabandiyah, Serta segenap Keluarga Besar Syekh Ibrahim.

Mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Dua Priode Drs H Achmad MSi, yang juga cucu dari almarhum Syekh Haji Ibrahim Al-Khalidi An Naqsyabandi menyebutkan, Haul ke 57 Syekh Ibrahim ini, merupakan wahana untuk mengingat kembali jasa dan perjuangan Syekh Ibrahim Al-khalidi An Naqsabandi, dalam menyebarkan syiar Islam di Rokan hulu. Disisi lain peringatan Haul ini juga dapat dijadikan motivasi kepada generasi yang hidup, untuk senantiasa mengingat dan mengimplementasikan semangat beliau dalam menuntut ilmu serta mengajarkannya.

Bupati dua periode itu menjelaskan, Ulama terdahulu tentunya harus dijadikan suri tauladan dan motivasi dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Tentunya, sejarah dan kehidupan para ulama, yang penuh semangat mencari ilmu, sabar, dan tawakal kepada Allah SWT adalah sebuah investasi berharga yang harus di tauladan dan di contoh bagi masyarakat Rohul.

"Kalau dulu banyak tantangan dan keterbatasan, para ulama dapat berbuat sesuatu.Kenapa dengan kecanggihan zaman dan teknologi sekarang, tak bisa berbuat. Inilah salah satu tujuan Haul yang kita laksanakan. Simbol-simbol keagamaan harus dibuat, bukan simbol, tapi ruh keagamaan harus ada ditengah masyarakat. Berdenyut ibarat nadi," katanya.

Terlepas dari itu, Achmad menyatakan, Haul menjadi salah satu wadah menanamkan rasa bangga dimana negeri ini adalah negeri yang diberkahi oleh Allah SWT dengan ditunjukkan dari banyaknya tokoh tokoh besar yang dilahirkan di tanah rohul, baik dibidang keagamaan, politik, dan keilmuan yang Tidak hanya berpengaruh di Rohul saja, tetapi di riau, Indonesia dan juga dunia.

"Patut kita bersyukur kepada Allah SWT, bahwa negeri kita ini sesungguhnya banyak melahirkan sufi-sufi terkenal yang berpengaruh dalam perkembangan islam dan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat. Peringatan haul ini, bentuk penghargaan kita kepada mereka, sehingga semangat mereka dahulu bisa terus kita ingat dan kita aplikasikan dikehidupan sekarang dan dimasa mendatang," sebutnya.

Achmad menjelaskan panjang lebar semasa hidup Syekh Ibrahim, banyak mengajarkan sifat-sifat mulia yang diaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang tokoh Agama dan pengembang Ilmu tarekat, Syekh Ibrahim tetap menerapkan nilai-nilai Moral Sopan Santun, tawaduk, sabar rendah hati, bersahabat dan memiliki terobosan yang cemerlang dalam masyarakat sehingga ia menjadi tokoh yang di hormati dan menjadi panutan di eranya.

"Sifat dan semangat perjuangan Syekh Ibrahim inilah yang seharusnya kita aplikasikan, dalam kehidupan kita, meski sebagai seorang pemimpin, dia tidak pernah mencaci, serta sabar dalam membina umat," tandasnya.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini