Dua Kelompok Bertikai Pawan-Menaming Sudah Mulai Kondusif

Dua Kelompok Bertikai Pawan-Menaming Sudah Mulai Kondusif

Rohultoday.co- Dua kelompok warga yang bertikai antara Desa Rambah Tengah Hulu (Pawan) dengan Desa Menaming Kecamatan Rambah sejak 4 hari terakhir, hingga Minggu (3/9/2017) kondisinya sudah mulai kondusif dan tidak ada pertikaian lagi namun masih dalam penjagaan aparat kepolisian Polres Rohul dan jajarannya termasuk BKO Personil Brimob dari Polda Riau.

Pertikaian antar warga dua desa, sudah terjadi beberapa kalinya. Bahkan warga kedua desa Rambah Tengah Hulu dan warga Desa Menaming, beberapa hari lalu sempat terlibat lempar-lemparan batu di perbatasan desa.

Halnya Kamis (31/8/2017) dini hari sekitar pukul 02.10 Wib, rumah seorang warga Desa Rambah Tengah Hulu dilempari batu hingga beberapa kaca jendela pecah. Sebuah bengkel juga dilaporkan dibakar oleh oknum tidak dikenal.

Akibat kejdian itu, pertikaian dua kelompok warga sempat memanas terulang, bahkan pada Jumat (1/9/2017) sekitar pukul 18.30 Wib, disuasana Hari Raya Idul Adha kedua kelompok warga terlibat lempar-lemparan batu.

Diakui sejumlah, ratusan warga antar desa yang terlibat lempar-lemparan batu berhenti setelah puluhan personel dipimpin Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto juga hadir Camat Rambah, turun ke lokasi. Kemudian, hingga Jumat malam, lempar-lemparan batu tersebut sempat menyebabkan suasana di perbatasan desa mencekam‎.

Diakui Paur Humas Polres Rohul Ipda Suheri Sitorus mengatakan, pertikaian dua kelompok warga antar desa di Kecamatan Rambah sudah diselesaikan‎ dengan jalan mediasi dipimpin Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto dan Waka Polres Rohul Kompol Setiyawan Eko, Kamis (31/8/2017) sekitar pukul 15.30 Wib.

Kemudian, sempat dilakukan mediasi‎ di ruangan Tri Brata Polres Rohul, yang dihadiri Kades Menaming Firdaus Daulay, Kades Rambah Tengah Hulu Zainal Abidin, Tokoh Adat Desa Rambah Tengah Hulu dan Desa Menaming, Camat Rambah, para Kasat, Kapolsek Rambah AKP Didi Antoni, dan pemuda dari dua desa.

Mediasi dilakukan, terkait pembakaran bengkel milik salah seorang warga Desa Rambah Tengah Hulu, yang diduga dilakukan OTK Kamis dini hari lalu dan pembahasan permasalahan antara warga dua desa.

“Kemudian mediasi dilakukan, guna mencari win-win solution guna mencegah konflik sosial," kata IPDA Suheri, Minggu siang.

Mediasi yang baru selesai Kamis sekitar pukul 17.30 Wib, hasilkan 13 poin atau notulen, di antaranya‎ para tokoh dua desa menilai permasalahan antara Desa Rambah Tengah Hulu dan Desa Menaming disebabkan kurangnya komunikasi antara pemerintahan kedua desa, Tokoh adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda selama ini.

Indeks Berita Hari Ini