Dinas Peternakan Rohul Belum Ada Terima Laporan Hewan Kurban Berpenyakit

Dinas Peternakan Rohul Belum Ada Terima Laporan  Hewan Kurban Berpenyakit
Ternak Sapi di Rohul

Rohultoday.co- Menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban yang jatuh pada Jumat (1/9/2017), Dinas peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Melakukan pengecekan hewan Kurban ke desa-desa.

Kabid peternakan dan kesehatan hewan, Doni S.Pt mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban, yang tersebar disetiap kecamatan yang ada di Rohul.

Ia menambahakan, setiap kecamatan ada dua orang petugas, yang akan memeriksa setiap hewan kurban yang ada di desa-desa.

"Sejauh ini belum ada laporan dari tim pemeriksa hewan kurban, bahwa ada hewan kuban yang berpenyakit, atau tidak layak untuk di jadikan hewan kurban," katanya, Rabu (30/8/2017).

Dijelaskanya, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui, bahwa hewan yang akan dikurbankan pada hari raya Idul Adha, memang layak dan benar-benar memenuhi sarat atau syariat islam.

Diakuinya, saat ini masyarakat sudah sangat selektif dalam memilih hewan kurban, namun pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban, demi memberikan rasa aman dan nyaman.

Saat ditanya apakah virus jembrana memengaruhi jumlah hewan kurban, Doni mengaku, sejauh ini tidak ada laporan kekurangan hewan kurban, dalam artian pasokan hewan kurban masih ‎ada.

"Virus jembrana sudah kita atasi dan jauh berkurang, bahkan petugas kita sudah turun kedesa untuk memberikan vaksin Jembrana," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, bagi masyarakat yang akan berkurban sebaiknya memilih hewan kurban yang sesuai dengan syariat islam, yakni hewan kurban harus Sehat.

"Hewan yang sehat bisa dilihat secara langsung melalui nafsu makan yang baik, rambut/bulu yang tidak kusam, cermin hidungnya basah, mata bersinar dan segala rongga di tubuhnya masih bersih," ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, pihaknya juga dianjurkan untuk tidak berada dalam kondisi cacat. Cacat pada hewan tidak seluruhnya nampak secara awam, dalam hal ini masyarakat yang akan memilih hewan untuk beribadah kurban harus sedikit lebih teliti dalam melakukan pengecekan.

"Periksa hewan tersebut pada bagian-bagian tersembunyi. Seperti pada bagian telinga, pastikan ekornya tidak terpotong, tidak pincang maupun buta. Dan, pastikan juga jika buah zakar lengkap sepasang. Tidak satu buah atau hanya sebelah," paparnya.

Doni juga memaparkan, umur sangat penting bagi hewan kurban, ada beberapa ukuran untuk melihat hewan kurban yang dianggap cukup umur.

Diantaranya adalah telah berganti gigi, khusus untuk kambing dan domba telah genap satu tahun dan masuk tahun kedua. Sedangkan untuk sapi berusia masuk tahun ketiga dan telah genap berumur enam bulan untuk domba ekor gemuk.

"Saya memingingatkan kepada masyarakat untuk selektif dan teliti dalam memilih hewan kurban," pungkasnya.***[mds]

 

Indeks Berita Hari Ini