Demo di Kantor PKS PT EMA, Ini Tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat Kepada Perusahaan

Demo di Kantor PKS PT EMA, Ini Tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat Kepada Perusahaan
Aksi Demo Mahasiswa di Kantor PKS PT EMA

Rohultoday.co- Puluhan Mahasiswa dari Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Aksi Masyarakat Adat Bela Nelayan dan Lingkungan Hidup( AMABNLH) menggelar aksi demontrasi di kantor PKS PT EMA Kebun Kota Tengah, Senin (23/10/2017) pagi.

Aksi itu dilakukan karena Mahasiswa dan masyarakat tak terima atas bantuan Rp300 juta yang diberikan Manajemen perusahaan kepada masyarakat yang terdampak limbah pabrik PKS PT EMA.

Adapun isi surat pernyataan yang di buat oleh masyarakat dan mahasiswa kepada manajemen perusahaan yakni,

1. Menghentikan operesional PKS PT EMA sampai ada kesepakatan penyelesaian dan realisasi tuntutan aksi masyarakat adat bela nelayan dan lingkungan hidup ( AMABNLH).

2. Melibatkan tokoh Adat Luhak Kepenuhan dan LAMR Rokan Hulu dalam setiap tahapan Penyelesaian masalah ini.

3. Mengumumkan hasil uji labor terakreditasi meliputi kandungan dan bahaya limbah PKS PT. Ema yg mencemari sungai Rokan dan Anak Sungai sekitarnya.

4. Melakukan upaya hingga tuntas pemulihan anak sungai dan sungai rokan, minimal meliputi :

    a. Penanaman/ reboisasi lima belas meter kiri kanan sepanjang anak sungai yg masuk dalam HGU PT EMA;

    b. Penebaran satu juta ekor bibit ikan meliputi jenis ikan Baong, ikan patin, ikan selais, ikan Lomak, ikan     bolido, udang Galah.

5. Mengumumkan bentuk dan besaran bantuan sosial (csr) PT. ema Kepada Masyarakat Kepenuhan 5 (lima) tahun terakhir.

6. Menghitung Kerugian materiil dan imateriil pengguana/pemanfaat sungai rokan secara proporsional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Menandatangani tuntutan aksi masyarakat adat bela nelayan dan lingkungan hidup. Apabila tidak ditanggapi dan merealisasikan tuntunan ini dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung mulai tanggal 23 Oktober 2017, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. 

Afrizal selaku tokoh masyarakat dan adat kepenuhan saat aksi dilakukan, juga menyatakan bahwa "Karena pihak Perusahaan tak mengindahkan aksi kita siang ini, kita tutup akses nya, kita blokir jalan masuk le PT nya dan kita minta pihak hukum proses kejadian pencemaran lingkungan ini sesuai hukum yang berlaku. Dan kita minta juga Dinas terkait untuk intens mengawasi limbah pabrik perusahaan agar kejadian ini tak terulang kembali,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Alfa Syaputra selaku Tokoh muda masyarakat kepenuhan, ia berharap "Semoga kejadian pencemaran limbah cair ini akan menjadi kejadian yang terakhir yang di lakukan oleh PT. EMA. Kedepan, masyarakat dan mahasiswa tidak mau lagi ada ulah ke bocoran limbah dari PT. EMA. PT EMA harus mengoptimalkan perbaikan tanggul limbah nya agar tidak bocor lagi," tutupnya.***[rls]

Indeks Berita Hari Ini