Bupati Suparman Minta Pengurus BUMDesa Yang Tak Serius Agar Diganti

Bupati Suparman Minta Pengurus BUMDesa Yang Tak Serius Agar Diganti
Bupati Rokan Hulu, H. Suparman, S.Sos. M.Si

Rohultoday.co- Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang kini ada 141 unit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) termasuk 6 unit Badan Usaha Kelurahan (BUEK) sangat penting. Sehingga, bagi pengurus BUMDesa maupun BUEK yang tidak serius agar diganti.

“Karena, BUMDesa dan BUEK merupakan lembaga keuangan mikro yang berperan tingkatkan ekonomi masyarakat, melalui program ekonomi kerakyatan. Pengurus BUMDesa maupun BUEK harus bisa mengembangkan usaha yang ada, dan yang terpenting bagaimana ekonomi masyarakat bisa berkembang dengan baik,” tegas Bupati Rohul, H Suparman, S.Sos.M.Si, Rabu (19/7/2017) kepada wartawan.

Bupati juga menegaskan, agar peran Kepala desa (Kades) dan lurah di Rohul bisa membantu pengembangan BUMDesa dan BUEK, sehingga nantinya bisa menjadi lembaga mikro keuangan yang berperan tingkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya ingatkan, agar Kades maupun lurah, tidak mengotak-atik atau mengganti pengurus BUMDesa maupun BUEK hanya karena kepentingan politik dan kelompok. Namun, bila ada yang dianggap menyalahi pengurus BUMDesa dan BUEK laporkan ke saya dan nantinya pengurus kita ganti. Begitu juga pengurus BUMDesa dan BUEK, bila ada Kades atau lurah mengotak atik pengurus yang ada hanya kepentingan pribadi atau golongan laporkan dan kita akan ganti Kades dengan Pjs walaupun mereka dipilih masyarakat,” pesan Bupati.

Disebutkan Kepala DPMPD Rohul, H Abdul Haris, kini unit yang dibuka oleh BUMDesa sudah beragam, mulai pembelian TBS, penyaluran gas LPG, air isi ulang, ternak dan usaha lainnya. Hingga saat ini jumlah BUMDesa di Rohul sebanyak 141 ditambah BUEK 6 dan 3 unit UED SP yang tengah peningkatan status.

Katanya lagi, dari 141 BUMDesa di Rohul 31 BUMDesa kategori sehat, 47 cukup sehat, 26 kurang sehat, sementara 49 lainnya dalam keadaan tidak sehat. Sehingga diharapkan, Kades maupun lurah sebagai pembina BUMDesa dan BUEK, bisa membinanya guna mengejar ketertinggalan.

“Apalagi hingga kini, masih ditemukan kades yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok dalam menangani BUMDesa. Kini, perkembangan keuangan dengan modal utama Rp65 miliar menjadi Rp128 miliar dengan perputaran mencapai Rp 500 miliar,” jelasnya.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini