Bupati Rohul Optimis Tanaman Kurma Jadi Alternatif Pengganti Tanaman Sawit

Bupati Rohul Optimis Tanaman Kurma Jadi Alternatif Pengganti Tanaman Sawit
Kurma Thailand

Rohultoday.co- Tindak lanjut seminar yang ditaja Institut Sains Al-Quran (ISQ) Syekh Ibrahim sebagai  sponsor utama kembangkan tanaman kurma di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Bupati Rohul Drs H Achmad, M.Si, menyatakan optimis tanaman kurma jadi alternatif yang menjanjikan sebagai pengganti tanaman kelapa sawit dan karet.

 

Optimis Bupati Achmad, bisa berkembangnya tanaman kurma di Kabupaten Rohul karena, karakteristik tanah dan suhu di Rohul sama dengan di Thailand, yang kini pengembangan tanaman kurma sudah berhasil di negara Gajah Putih tersebut.

 

“Bukan saja karena suhu, tanah dan karakteristik iklim sama di Thailand saja, namun kita sudah bekerjasama dengan pemilik perkebunan Kurma terbesar di Negara Thailand, Mr Sak Lamjuan, yang sudah berhasil kembangkan tanaman kurma di negaranta bahkan sudah lakukan penelitian tanaman Kurma selama 18 tahun,” tegas Bupati Achmad.

 

Sebagai langkah awal pengembangan tanaman kurma di Rohul, Bupati menyatakan, pihaknya sudah sediakan lahan sekitar 1 hektar di belakang kampus ISQ Syekh Ibrahim, dimana sudah ditaman 30 bibit Kurma asal Thailand sebagai percontohan.

 

“Hasil seminar Internasional Tanaman Kurma yang ditaja ISQ Syekh Ibarhim  beberapa waktu lalu, pemilik perkebunan Kurma terbesar di Negara Thailand, Mr Sak Lamjuan, sudah menyepakati tidak akan kembangkan tanaman kurma di daerah lainnya di Indonesia, kecuali Kabupaten Rohul ini,” ungkap Bupati Achmad.

 

Bupati mengaku, pengembangan tanaman kurma dengan bibit yang berkualitas dan bersertifikat di kawasan Islamic Center Pasir Pengaraian, akan jadi percontohan tanaman kurma di Indonesia. Dengan kondisi cuaca dan iklim Tropis di Thailand sama dengan Indonesia termasuk Rohul, maka tidak mustahil iklim yang sama termasuk tanah di Rohul, bisa berkembang tanaman Kurma.

 

“Tanaman kurma ini akan hasilkan dan jadi sebagai alternatif pengganti tanaman sawit dan karet oleh masyarakat Rohul. Apalagi kedua komiditi handalan tersebut kini harganya sudah tidak lagi menjanjikan, sehingga dengan adanya tanaman kurma selain tidak merusak struktur tanah, malah menyuburkan tanah juga akan membawa rezeki dan berkah bagi petani di Rohul ini,” ucap Bupati.

 

Apalagi kata Bupati, kurma merupakan tanaman yang buahnya bisa dikelola menjadi berbagai bahan makanan. Selain itu, kurma merupakan buah yang istimewa karena dari segi nutrisi, satu piring Nasi sama dengan beberapa buah kurma.

 

“Kurma dikonsumsi bukan hanya di saat bulan Ramadhan saja, namun bisa dikelola menjadi puluhan jenis bahan makanan. Sehingga, kedepannya bila dikembangkan ke masyarakat maka akan jadi penghasilan yang menjanjikan bagi petani, sebagai pengganti tanaman karet dan kelapa sawit,” katanya.  

 

“Apalagi, selama 30 bulan tanaman kurma itu sudah berbuah. Ini perlu  penelitian, perawatan khusus. Kini sudah dibentuk Komunitas Masyarakat Kurma Rohul sebagai sponsor, dan mereka nantinya yang mengembangkan tanaman kurma  di daerahnya,” ucapnya lagi.

 

Jelasnya, untuk bibit kurma yang terjamin kulitas serta produksinya, satu pohon Kurma bisa produksi 320 kilogram buah. Bila saja dikalikan harga Kurma kualitas bagus Rp150 ribu per kg, maka hasilnya cukup lumayan dan tentunya itu akan tingkatkan pendapatan masyarakat.

 

Bahkan saat seminar beberapa waktu lalu, Rektor ISQ Syekh Ibrahim DR H Musthafa Umar Lc MA juga mengakui, bahwa pohon kurma disebutkan di Al Quran sebagai pohon terbaik dari tanaman yang ada di bumi. Dari isyarat Allah dalam Al Quran tersebut, tanaman kurma menyimpan rahasia dan keistimewaan yang perlu dikaji dengan ilmu pengetahuan.

 

“Bila pohon kurma bisa tumbuh dan berbuah di Thailand yang iklimnya serta kondisi tanah sama di Rohul, tidak mustahil tanaman Kurma juga bisa dibudidayakan di Rohul negeri seribu suluk,’’ ujarnya saat hadiri seminar Kurma.***[Adv/ humas]

Indeks Berita Hari Ini