Bila Besok Kafe dan Fakter Tuak di Rambah Belum Tutup, Bupati Suparman Akan Langsung Turun Tangan

Bila Besok Kafe dan Fakter Tuak di Rambah Belum Tutup, Bupati Suparman Akan Langsung Turun Tangan
Kasatpol PP Pemadam dan Linmas Rohul, H. Jon Kenedi, SH

Rohultoday.co- Terkait perintah penutupan warung remang-remang (Kafe) serta Warung Tuak oleh Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Suparman, S.Sos, M.Si. Satuan Polisi pamong Praja (Satpol-PP) Pemadam Kebakaran dan Linmas Rohul sudah lakukan tindakan persuasif‎.

Diakui Plt Kasatpol PP dan Damkar Rohul, H. Jon Kenedi, SH, sejak adanya intruksi Bupati Rohul Suparman, pada 27 Juli 2017 lalu terkiat penutupan kafe dan warung remang-remang di wilayah kabupaten Rohul, pihaknya sudah lakukan tindakan Persuasif dengan berikan surat pengumuman penutupan kepada setiap kafe dan warung tuak di kecamatan Rambah.

Ia menambahakan, isi dalam surat pengumuman penutupan tersebut, ‎yakni, agar pemilik kafe atau warung remang-remang menutup kegiatan dan aktifitas kafe atau warung remang-remang.

"Kita melakukan tindakan persuasif, dan sudah ada yang mengaku sudah menutup usaha mereka, namun masih ada juga yang membandel. Sehingga kita beri batas waktu untuk menutup seluruh warung remang-remang di kecamatan Rambah hingga tengah malam nanti atau Pukul 00.00, Selasa (1/8/2017)," tegas Kasatpol PP Damkar dan Linmas Rohul, H. Jon Kenedi, SH, didampingi Kabid Ops Arwin Lubis, S.Sos, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya lagi, jika batas waktu yang diberikan oleh Bupati habis kemudian masih ada kafe atau warung remang-remang yang tetap buka. Bupati akan langsung memimpin apel pembongkaran kafe tersebut.

Sebut Jon Kenedi, setelah pihaknya menyebarkan pengumuma‎n terkait penutupan, untuk kafe di jalan lingkar sudah ada yang tutup sekitar lima kafe dan enam warung tuak.

“Saat ini terdata jumlah kafe atau warung remang-remang di kecamatan Rambah 15 m sedangkan warung tuak 21, semua sudah kita lakukan tindakan persuasif," jelasnya.

Menurut Jon Kenedy, penutupan kafe dan warung remang-remang bertujuan memberantas penyakit masyarakat (pekat) sekaligus menselaraskan dengan julukan Rohul "Negeri Suluk, Berpusaka Nan Hijau".

Ditanya apakah hanya di Kecamatan Rambah saja akan dilakukan penutupan, Jon Kenedi mengaku, sesuai intruksi Bupati penutupan kafe atau warung remang-remang akan dilakukan di seluruh Rohul, namun secara bertahap, untuk saat ini di kecamatan Rambah.

Jelas Jon lagi, jika ada anggotanya yang terlibat dalam mengamankan warung remang-remang, jika honorer akan dilakukan pemecatan, sedangkan PNS akan diberikan sanksi sesuai Undang-undang.

“Bupati sudah mengintruksikan ke saya, bila ada anggota yang bermain, jika honor langsung di pecat, jadi kita himbau jangan ada anggota yang bermain,"paparnya

Sementara itu, Bupati Rohul, H Suparman S.Sos.M.Si, secara tegas menyatakan, dirinya akan memimpin langsung penutupan kafe dan tempat maksiat yang ada di Kecamatan Rambah, bila Satpol PP tidak sanggup menutup kafe dan warung maksiat. 

“Bila dengan batas waktu yang kita berikan Satpol PP tidak sanggup menertibkannya, maka saya secara langsung akan menertibkannya, dan melaporkannya ke Kepolisian. Sehingga Satpol PP harus benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya,” imbau Bupati.

Kemudian selain di jalan lingkar, masih banyak kafe, warung tuak dan tempat maksiat berdiri kokoh di kawasan belakang kantor Satpol PP. Bupati menyatakan akan melakukan pemantauan. Seluruhnya, juga akan ditertibkan, dan tidak ada terkecuali. Dirinya berharap, Rohul bisa terhindari Pekat.

“Saya akan intruksikan Satpol PP, data dan tertibkannya juga,” ucap Bupati.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini