Ada Apa Di Balik Peminjaman 220 Ton TBS di KUD Tani Sejahtera PTPN V Sei Tapung

Ada Apa Di Balik Peminjaman 220 Ton TBS di KUD Tani Sejahtera PTPN V Sei Tapung

Rohultoday.co- Bisik-bisik di kalangan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Sejahtera Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) itu mulai santer terdengar. Ada yang tak beres di internal KUD kebun plasma yang bermintra dengan PTPN V Sei Tapung itu!

Mulai dari kemana hasil penjualan Tandan Buah Segar (TBS) yang sudah dipanen selama ini dari lahan seluas 856 hektar hingga kenapa pula sampai bisa-bisanya meminjamkan 220 ton TBS kepada KUD Karya Mukti Desa Tapung Jaya, menjadi pertanyaan.

Khusus soal meminjamkan TBS, menjadi pertanyaan paling menggelitik di hati para anggota KUD. Sebab selama ini belum pernah kejadian seperti itu. Aturan dari mana dan ada apa hingga sampai meminjamkan TBS?

Pertanyaan ini, makin hari makin menggerogoti pikiran ratusa anggota KUD Tani Sejahtera hingga kemudian muncul gagasan menggelar Rapat Luar Biasa (RALB). Dua hari lalu, RALB itu digelar di Balai Desa Bono Tapung.
Intinya, mereka mempertanyakan persoalan tadi.

Dari data yang dirangkum, kebun petani seluas 856 hektar tadi sudah sejak 4 tahun lalu dikelola oleh KUD Tani Sejahtera.

Setahun belakangan, tanaman sudah menghasilkan ratusan ton TBS yang kemudian dijual ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V.
   
"Kami mempertanyakan transparansi duit hasil penjualan TBS itu dan kami juga mempertanyakan kenapa TBS dipinjamkan tanpa musyawarah dulu," kata Widodo, salah seorang warga.

Seharusnya kata Widodo, KUD tidak boleh meminjamkan TBS kepada KUD lain. Ini malah dilakukan bahkan sampai ratusan ton pula.

Pada RALB itu, Asisten Kepala (Askep) kebun Plasma PTPN V, Sitorus, yang malah menjelaskan soal urusan pinjam meminjam 220 ton TBS tadi.

"Hasil pejualan TBS itu masuk ke rekening KUD Tani Sejahtera dan PTPN V. Duit itu dipakai untuk biaya perawatan kebun, jalan, biaya panen, operasional dan lainnya. "Kalau nanti dana itu bersisa, akan di musyawarahkan bersama," katanya.

Tak hanya menjelaskan soal duit TBS tadi, Sitorus juga cerita soal replanting hingga penanaman baru kebun warga. Sitorus merinci, bahwa biaya perawatan tanaman umur 0 sampai 3 tahun, diambil dari modal petani. Duit itu hasil pinjaman dari bank.

"Nanti saat sawit berumur 5 tahun, petani mulai   membayar angsuran pijaman bank itu hingga 8 tahun tahun ke depan. Sumber duit angsuran berasal dari hasil panen. Rincian penggunaan duit hasil panen itu begini; 30 persen untuk membayar cicilan utang bank, sisanya biaya perawatan," katanya.

Tapi sayang, anggota KUD tidak puas mendengar  penjelasan tadi, termasuk penjelasan Ketua KUD Tani Sejahtera, Eko Subroto.

Saat ditemui di sela-sela acara, Eko nampak anteng-anteng saja. Dia merasa tidak ada yang dirugikan terkait peminjaman 220 ton TBS ke KUD Tapung Jaya itu.

"Beberapa bulan lalu kita memang meminjamkan TBS ke KUD Karya Mukti. Pinjaman itu sudah dicicil. Yang belum dikembalikan tinggal 80 ton lagi," katanya.
       
Eko menyebut, hasil penjualan TBS petani dari tahun ke-3 hingga tahun ke-5 dikelola bersama oleh KUD Tani Sejahtera dan PTPN V.  Duit itu dipakai untuk biaya perawatan kebun dan perawatan jalan kebun.

"Januari tahun depan, KUD Tani Sejahtera dan PTPN V akan mengadakan rapat pertemuan dan menghitung hasil penjualan TBS selama dua tahun itu. Kalau uangnya bersisa, akan kita jadikan Sisa Hasil Usaha (SHU). Bulan September tahun depan, petani sudah bisa membayar angsuran bank," terang Eko.

"Total pinjaman perorang lebih kurang Rp95 juta. Itu belum termasuk bunga bank. Pinjaman itu dicicil selama 8 tahun. Jadi tidak ada penyelewengan," tambahnya.

Lantas kemana saja penggunaan duit Rp95 juta itu? Duit Iuran Dana Peremajaan Tanaman Kebun (Idapertabun) yang pernah dipotong dahulu, kemana? Biar semua ini terbuka, ada baiknya polisi dan jaksa turun untuk menelisik ini.

Lantaran RALB beraroma tak sedap, puluhan personel polisi dari Polsek Tandun nampak berjaga-jaga di lokasi RALB. Camat Tandun dan Kades Bono Tapung juga datang ke sana.***[yah]

Indeks Berita Hari Ini