Jadi Kampung Siaga Bencana, Desa RBS Dapat Perbaikan Jalan Sepanjang 7 KM dari BNPB Pusat

 Jadi Kampung Siaga Bencana, Desa RBS Dapat Perbaikan Jalan Sepanjang 7 KM dari BNPB Pusat
Kondisi Jalan di RBS

Rohultoday.co- Warga masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) Kecamatan Kepenuhan berterima kasih ke Bupati Rohul, H Suparman, S.Sos,M.Si, karena tahun ini 7 Km jalan ke desa mendapatkan rehabilitasi rekontruksi pasca bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat sekitar Rp6 miliar lebih.

Sebelumnya, Bupati Rohul H Suparman, ajukan bantuan perbaikan akses jalan ke desa RBS melalui BNPB pusat, karena pada tahun 2014 Desa RBS sudah ditetapkan sebagai Kampung Siaga Bencana oleh Dinas Sosial (Disos) Riau dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI.

“Kita dan masyarakat berterima kasih, atas perjuangan Bupati Rohul Suparman, tahun ini jalan 7 km menuju ke desa kita yang rusak parah akan diperbaiki. Dimana PNPB sudah alokasikan dana untuk rehabilitasi rekontruksi yang pelaksananya Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rohul,” terang Kades RBS, Fajri Amin, didampingi Sekdes Sarqoni, Jumat (1/12/1017) di Pasir Pangaraian.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rohul, Aceng Herdiana yang dikonfirmasi terpisah, mengakui bahwa tahun ini BNPB pusat sudah alokasikan dana Rp6 miliar lebih untuk rehabilitasi rekontruksi pasca bencana di Desa RBS. Dimana sebelumnya, Bupati Rohul sudah melakukan MoU dengan BNPB pusat untuk dana bantuan perbaikan jalan ke Desa RBS.

“Dana dari BNPB pusat, dan BPBD Rohul yang melaksanakan kegiata rehabilitasi rekontruksi pasca bencana di Desa RBS. Kini sudah dilakukan tender tahap menyelesaikan adm, dan tim teknis kita sudah turun ke lapangan menyiapkan mobilisasi peralatan,”

“Ditargetjan, pertengahan 2018 kegiatan tersebut sudah selesai dan dilaksanakan tahun jamak. Dilaksanakan terhitung Juni 2017 sampai Juni 2018 mendatang,” terang Aceng Herdiana.

Kades RBS Fajri Amin juga mengatakan, bahwa akses jalan ke desa mereka merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat, baik akses sehari-hari juga untuk mengeluarkan hasil perkebunan mereka seperti kelapa sawit maupun karet.

Jalan yang lebar 12 meter dan panjang 7 km, menghubungkan ke 3 dusun, yakni Dusun I,II dan III. Dimana, di 3 dusun tersebut bermukim sekitar 200 kepala Keluarga (KK) yang umumnya sebagai petani dan berkebun. Dengan adanya bantuan perbaikan jalan ke desa mereka oleh BNPB pusat, kedepannya memudahkan perekonomian masyarakat.

“Target Bupati kita jalan harus diasapal, karena selain sebagai akses ekonomi masyarakat di daerah kita ada objek wisata religi, tempat kelahiran ulama besar pengembang ajaran tarikat Naqsabandiyah, Syekh Abdul Wahab Rokan yang terkenal hingga ke Asia Tenggara, termasuk Syekh Abdul Halim. Namun sejak jalan rusak, penziarah yang biasanya datang dari luar Rohul baik hari biasa atau menjelang Idul Fitri juga puasa Ramadhan kini tidak bisa melintas karena jalan rusak parah,” kata Kades Fajri.

Kini, pasca jalan desa rusak masyarakat terpaksa mengeluarkan hasil perkebunan mereka dengan menggunakan jasa perahu. Per tonnya petani harus membayar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

“Ada ratusan hektar kebun warga di desa, baik kelapa sawit dan karet, Diperkirakan bisa menghasilkan 50 ton per dua pekannya. Sehingga bila akses jalan rusak, maka petani tidak bisa menjual hasil perkebunan mereka,” ucap Fajri.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini