Hari ke-3 Puasa Ramadan, Penjual Makanan Buka Puasa Menjamur di Pasir Pengaraian

 Hari ke-3 Puasa Ramadan, Penjual Makanan Buka Puasa Menjamur di Pasir Pengaraian
Pasar Ramadan di Depan Pasar Modern Pasir Pengaraian

Rohultoday.co- Memasuki hari ke-3 pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1438 Hijriyah tahun 2017, di Pasir Pengaraian dan sekitarnya, pedagang makanan berbuka puasa atau takjil menjamur. Umumnya pedagang gelar dagangannya di tepi jalan raya, depan Pasar Modern, Pasar Lama, dan beberapa lokasi lainnya di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai dan Diponegoro Pasir Pengaraian.

Para pedagang, ada yang jual buah-buahan, berbagai jus buah, makanan tradisional seperti mie, lotek atau pecal, pucuk rotan, termasuk kue-kue kering dan roti yang dijual pedagang.

Dikatakan Niar, salah seorang pedagang di Pasar Lama Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, dirinya berdagang makanan kue-kue kering saetiap bulan Suci Ramdhan. Apalagi, dirinya berdagang bersama puluhan pedagang lainnya yang lapaknya disiapkan pemuda kelurahan.

“Insyallah, untung yang kita dapatkan juga lumayan selama Ramadhan. Karena, banyak warga baik muslim maupun non muslim belanja makanan berbuka puasa, bahkan disana kita bisa memilih apa selera kita ada dengan harga terjangkau,” ungkap Niar.

Seperti kue yang dijualnya, masih Rp1000 per potongnya, sama dengan harga di pasar pagi. Sementara kue yang dibuat, berbagai rasa dan bentuk serta model, sehingga menambah selera bagi umat muslim yang melihatnya untuk persiapan makanan berbuka puasa.

Apalagi seperti buah Semangka, setiap Ramadhan jadi Favorit bagi umat muslim yang akan berbuka puasa. Karena, banyak pedagang buah semangka, hampir setiap harinya diserbu warga, Termasuk pedagang air tebu serta air kelapa, primadona bagi umat muslim yang belanja beli takjil.

“Biasanya anak-anak dan isteri, setiap sore bersama-sama beli makanan dan minuman berbuka puasa di tempat penjual takjil. Kita disana bebas memilih, dan sesuai selera masing-masing anak yang berpuasa. Kemudian, harganyanya juga tidak beratkan kantong,” ungkap Syofyan, warga Desa Koto Tinggi.***[mds]

Indeks Berita Hari Ini