Turunkan Prevelensi Stunting, KOMINFO RI Taja Forum Sosialisasi Sadar Gizi Di Rohul

image_title
Linkedin
Turunkan Prevelensi Stunting, KOMINFO RI Taja Forum Sosialisasi Sadar Gizi Di Rohul
Helfiskar, Asisten III Setda Rohul buka Sosialisasi Sadar Gizi

Pasir Pengaraian, Rohultoday.CO - Kementrian Komunikasi dan Informasi RI, melalui Dirjen Informasi Dan Komunikasi Publik, Kamis (29/3/2018) gelar forum sosialisasi gerakan nasional  sadar Gizi di Rohul. 

Kegiatan ini merupakan kampanye kominfo RI dalam menurunkan prevelensi Stunting di Rohul.

Kegiatan Forum Sosialisasi Gerakan Nasional Sadar Gizi Dalam Rangka Penurunan Prevelensi Stunting Di Rohul Ini, Dibuka Asisten III Setda Rohul, Elfiskar. SH. MH di Hotel Sapadia Pasir Pengaraian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0313 KPR, plt Kasubdit Kemitraan Lembaga Komunikasi Sosial Kominfo RI, sarjono, Kepala OPD Dilingkungan Pemkab Rohul, Direktur RSUD Rohul, Camat dan Kepala Desa yang ditetapkan sebagai Desa Stunting di Rohul, Serta Kelompok Informasi Masyarakat.

Plt kasubdit kemitraan lembaga komunikasi sosial kominfo RI, sarjono mengatakan, tahun 2018 ini pemerintah pusat telah menetapkan 100 desa, masuk kedalam pilot projek porgram penurunan prevelensi stunting di Indonesia. 100 desa tersebut 10 diantaranya berada desa di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Sesuai Inpres No 9 Tahun 2014, Kominfo memiliki tanggung jawab untuk Mengkoordinir Kementrian Sektoral, Dalam Rangka Membuat Kampanye Sebuah Program tunggal Untuk Disampaikan Kepada masyarkat.

Terkait persoalan Stunting, Lanjut Sarjono, terdapat 13 kementrian yang terlibat dalam penurunan Prevelensi Stunting dimana Kominfo menjadi corong dalam penyampaian informasi secara luas kemasyarakat terkait apa itu stunting dan bagaimana cara menanggulanginnya.

"Kegiatan Forum Sosialisasi Gerakan Sadar Gizi ini adalah Salah Satu bentuk kampanye yang dilakukan Kominfo RI dalam menurunkan Prevelensi Stunting Dan Bahaya Stunting," Jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Rohul Elfiskar SH.MH mengatakan, penanggulangan Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Serta semua elemen daerah. Pasalnya, Stunting menimbulkan dampak luas bagi tumbuh kembang generasi Rohul dimasa mendatang, karena generasi stunting umumnya mengalami keterbelakangan mental serta pertumbuhan otaknya cenderung tidak baik.

"Karena dampaknya yang luas, maka pak bupati Rohul Sukiman, telah memerintahkan seluruh dinas dan instansi terkait termasuk kepala desa dapat melakukan upaya mengantisipasi stunting, kepada desa yang dinyatakan syunting dilakukan pembinaan dan peningkatan gizi," jelasnya.

Penurunan prevelensi stunting menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Pusat. Kabupaten Rokan Hulu menjadi salah satunya kabupaten di Riau yang masuk dalam kabupaten terkena stunting, dimana  terdapat 10 desa yang dinyatakan katagori stunting yaitu Bangun Purba Barat, Kepayang, Kepenuhan Hilir, Marga Mulya, Menaming, Rambah Samo, Suka Maju, Tambusai Timur, Teluk Aur dan Ulak Patian.  

10 desa tersebut terdata jumlah penduduk miskin mencapai 4.408 serta penderita
gizi buruk mencapai 12 orang. (Ar)

Loading...