Tuntut Dugaan Korupsi di RSUD Rohul tahun 2017, MPR Aksi Damai ke Kejari Rohul

image_title
Linkedin
Tuntut Dugaan Korupsi di RSUD Rohul tahun 2017, MPR Aksi Damai ke Kejari Rohul
Masa MPR Gelar aksi damai, Usut dugaan Korupsi RSUD di Kejari Rohul

Rohultoday.CO - ?Puluhan masa tergabung Masyarakat Peduli Rokan Hulu (MPR), gelar aksi damai dalam penyampaian aspirasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Selasa (24/4/2018).

Aksi yang digelar di depan kantor Kejari Rohul, dikawal aparat kepolisian yang dipimpin Kapolsek Rambah AKP Hermawan. Dalam aksinya, masa menuntut Kejari selidiki adanya dugaan Korupsi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul tahun 2017.

Aksi masa diterima Jaksa Fungsional, M.Juanda Sitorus, mewakili Kajari, dengan Koordinator lapangan (Korlap) MPR, Wicky Yuliandra langsung melakukan orasi.

Wicky meneriakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan MPR, yakni pengadaan alat kesehata (alkes), pembangunan Instalasi pengolah air limbah (Ipal) serta pengadaan mesin pembakar alat medis (Insenerator).

"Pengadaan ketiga item kegiatan di RSUD Rohul itu melalui anggaran tahun 2017 dengan dana miliaran rupiah," katanya.

MPR mendesak, agar Kejari Rohul segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di RSUD Rohul. Dalam orasinya, MPR menurut agar dugaan korupsi tentunya sangat merugikan masyarakat, contohnya IPAL seharusnya berfungsi untuk penyaring (pengolah) air limbah namun tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Kemudian, saat limbah dibuang sembarangan akan berdampak sangat buruk terhadap lingkungan, karena limbah rumah sakit tentunya banyak mengandung virus berbahaya.MPR menduga, di proyek tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awalnya

“Alkes juga demikian, hari ini sama sama kita ketahui rumah sakit umum daerah Rokan Hulu selalu kekurangan alat medis, tapi hampir tiap tahun alat medis selalu di anggarkan, kok bisa masih kekurangan," tanya massa MPR.

Juga mengenai insenerator, yang sampai hari ini tidak jelas surat izin operasinya, itu juga tidak kalah bahayanya. Apabila alat medis tidak di musnahkan dengan benar, maka akan membuat kondisi udara di sekitar menjadi tercemar, karna di belakang RSUD terdapat TK dan SLB.

“Kami minta agar mengusut tuntas pembusukan di RSUD Rohul ini," terang Wicky Yuliandra.

Sikapi aksi MPR, jaksa Juan berterima kasih kepada masa MPR yang sudah menyampaikan aspirasi kepada kejaksaan dalam rangka penegakan hukum.

"Kita berterima kasih ke adik adik dari masa MPR, dengan ini akan terjalin sinergitas dalam penegakan hukum, dan apa yang disampaikan nantinya kita pelajari dan tindak lanjuti, " harapnya.

Diakhir aksi, Wicky Yuliandra, juga menyerahkan dokumen berkas dugaan korupsi pada tiga item kegiatan di RSUD Rohul 2017 tersebut (Mds)

Loading...