Home Kesehatan Program Kemitraan Masyarakat UPP, Revitalisasi Sistem Penyediaan Air Bersih Desa Kasang Padang

Program Kemitraan Masyarakat UPP, Revitalisasi Sistem Penyediaan Air Bersih Desa Kasang Padang

185
0
SHARE
Program Kemitraan Masyarakat UPP, Revitalisasi Sistem Penyediaan Air Bersih Desa Kasang Padang

Tim Revitalisasi air bersih UPP dan Pamsimas

PASIR PENGARAIAN – Tim pengabdian masyarakat Universitas Pasir Pengaraian (UPP) bekerja sama dengan PAMSIMAS Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melakukan melakukan revitalisasi Sistem Penyediaan Air Bersih di desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (24/07/2018).

Kegiatan tersebut merupakan upaya percepatan pemenuhan akses sanitasi dan air minum untuk masyarakat tahun 2019.

Selain bekerja sama dengan PAMSIMAS, kegiatan ini juga bekerjasama dengan KEMENRISTEKDIKTI melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2018. Desa kasang pada dipilih sebagai desa mitra karena dilihat dari kondisi geografis yang merupakan dataran rendah dan 80% dari luas daerahnya adalah lahan gambut, sehingga sumber air yang digunakan oleh masyarakat saat ini adalah air gambut baik air permukaan maupun air bawah tanah.

Selain itu, desa Kasang Padang juga sudah terdapat sistem penyediaan air bersih yang sudah terdistribusi kerumah masyarakat dengan pengguna manfaat tidak kurang dari 100 rumah yang dibangun melalui program PAMSIMAS tahun 2015.

Revitalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas air gambut menjadi air bersih yang layak konsumsi sesuai standar PERMENKES NOMOR: 416/MENKES/PER/IX/1990.

Tokoh masyarakat desa Kasang Padang, Bapak Rustam mengatakan, dengan adanya sistem pengolahan air gambut yang telah ada saat ini akan sangat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Rustam mencontohkan, selama ini setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka harus mengeluarkan biaya sebesar 5.000 s.d 10.000 rupiah setiap harinya. Bagi yang mampu mereka membuat sumur bor, akan tetapi sampai kedalama 50 meter air yang dihasilkan juga masih mengandung endapan, berbau dan berkarat.

Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu, hanya mengandalkan air hujan, sementara saat ini musim hujan juga tidak dapat diprediksi waktunya. Selain itu juga terbatas di media penyimpanan yang hanya mampu menampung air hujan sampai dengan 500 liter. Oleh karena itu dengan adanya upaya revitalisasi ini pihak masyarakat merasa sangat terbantu. 

Ketua tim ibu Yeza Febriani, M.Sc menyampaikan, desa Kasang Padang dipilih karena masyarakat yang tinggal disana sangat membutuhkan air bersih yang layak. Seperti yang kita ketahui, Air gambut memiliki karakteristik berwarna merah kecoklatan, terasa asam pekat, dan mengandung banyak partikel kecil dari pelapukan daun dan kayu-kayuan (sedimentasi).

Air ini sesungguhnya tidak layak untuk dikonsumsi, sehingga perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi dikarenakan tidak memenuhi persyaratan standar kualitas air bersih layak konsumsi. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut tim pengabdian UPP menerapkan Teknologi Tepat Guna Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Layak Konsumsi.

Melalui hasil kegiatan ini selanjutnya masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk air bersih sehingga uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Tim Teknik bapak Arif Rahman Saleh, MT dan Aprizal, MT menjelaskan, sistem pengolahan ini mampu menghasilkan air bersih sebesar 50 liter/menit atau 3000 liter/jam. Sistem ini bekerja menggunakan beberapa tahapan yaitu, air baku dari sumur bor terlebih dahulu ditampung didalam bak 500 liter untuk diendapkan selama 15 menit.

Selanjutnya dilakukan proses aerasi selama 20 menit untuk melarutkan kandungan Fe dan deposit yang lain kedalam oksigen. Terakhir dilanjutkan dengan proses filtrasi menggunakan media pasir silika, zeolite dan karbon aktif. Sistem ini didesain berdasarkan hasil pengujian air baku yang sebelumnya telah diuji oleh anggota tim ibu Eti Meirina Brahmana, M.Sc.

Kedepan, tim pengabdian UPP akan bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu untuk menginventarisir daerah mana saja yang mengalami kesulitan akses akhir bersih, untuk selanjutnya dilakukan kegiatan yang sama. Melalui kerjasama tersebut, harapannya diwaktu yang akan datang semakin banyak masyarakat yang mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. (Ary)