Home Hukum & Kriminal Polsek Bonai Darussalam Ringkus Wanita Pengedar 13 Paket Sabu

Polsek Bonai Darussalam Ringkus Wanita Pengedar 13 Paket Sabu

256
0
SHARE
Polsek Bonai Darussalam Ringkus Wanita Pengedar 13 Paket Sabu

Ilustrasi penangkapan wanita pengedar sabu di Bonai Darussalam

BONAI DARUSSALAM - Seorang wanita yang diduga sebagai pengedar sabu NV (35), diringkus personil Polsek Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Penangkapan NV berawal ketika pihak Polsek Bonai Darussalam, mendapatkan informasi bahwa ada seorang wanita kerap melakukan transaksi jual beli narkoba, di Dusun Harapan Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam.

Wanita tersebut, saat transaksi kerap menyimpan barang haram tersebut dalam gendongan, kemudian sejumlah paket sabu-sabu yang sudah siap edar, sebagian disimpan dalam rumahnya yang juga berhasil disita Polisi.

Diakui Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, melalui Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Effyandi SH, kronologis penangkapan wanita pengedar narkoba, saat itu Jumat (20/7/18), usai menerima informasi dari masyarakat, lalu Kapolsek mengumpulkan sejumlah anggotanya untuk lakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kemudian, Kapolsek  bersama anggotanya langsung bergerak menuju target. Sekitar pukul 09.00 Wib, polisi melihat NV ‎sedang menggendong anaknya. Karena menaruh curiga, Polisi langsung menggeledah gendongan yang dipakai pelaku.

“Saat itu kita temukan pipet kecil warna bening, dan disaksikan Kades Sontang Zulfahrianto SE, kemudian kami juga lakukan penggeledahan di dalam rumah NV. Petugas kita berhasil menyita 1 bonk, satu buah kaca pirex, satu pipet warna bening, satu mancis, juga di bawah kamar mandi ditemukan 12 Paket kecil dan satu paket besar yang diduga narkotika golongan 1 jenis‎ sabu,” kata Reza.

Kemudian personil Polsek Bonai Darussalam, langsung mengamankan NV ke Mapolsek Bonai Darussalam untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut‎.  

“Pelaku NV terancam dijerat pasal 114 UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," sebut Riza. (Mds)