Minimalisir Tindak Kriminal, Desa Babussalam Pertahankan Nilai Adat Istiadat

image_title
Linkedin
Minimalisir Tindak Kriminal, Desa Babussalam Pertahankan Nilai Adat Istiadat
Kunjungan Dekan Fakultas Hukum UNRI dan Rombongan di Desa Babussalam

Rohultoday.co- Guna meminimalisir terjadinya tindak kriminalitas di desa Babussalam, pemerintah desa setempat tetap mempertahankan nilai-nilai adat istiadat yang berlaku.

Seperti setiap warga yang tinggal di desa tersebut harus mengambil salah satu suku melayu, sebagai orang tuanya di kampung.

Seperti kata pepatah, “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” hal itulah yang menjadi motivasi pemerintahan desa Babussalam kecamatan Rambah kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk memprogramkan setiap masyarakat yang datang dan tinggal di desa babussalam harus mengambil salah satu suku melayu yang ada di Rohul.

Program ini juga merupakan implementasi dari julukan kabupaten Rokan Hulu sebagai Negeri Suluk Berpusaka nan Hijau, yakni tetap menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku.

Apabila program ini terlaksana dengan baik, diyakini dapat meminimalisir terjadinya tindak kriminal, mengingat dengan telah mengambil suku di salah satu suku melayu, makan orang tersebut sudah menjadi bagian dari keluarga suku tersebut.

Jadi apabila terjadi suatu permasalahan maka, akan diselesaikan secara kekeluargaan dan adat istiadat yang berlaku.

Kepala desa Babussalam, Basron mengaku dari 2.473 jiwa jumlah penduduk di desanya, sekitar 400 orang merupakan pendatang yang belum mengambil suku.

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat akan membuat acara prosesi masuk suku melayu secara bersama-sama, tentunya dengan tidak membebani masyarakat yang ingin masuk suku tersebut.

Program inipun mendapatkan perhatian dari pihak akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Riau (UNRI).

Hal ini terlihat saat kunjungan tim Fakultas Hukum di kantor desa Babussalam, Jumat (3/11/2017) siang.

Dekan Fakultas Hukum UNRI, DR. Firdaus mengaku tertarik dengan program adat ini, pihaknya siap untuk memberikan suport dan dukungan sehingga program ini bisa berjalan lancar.

Dikataknnya, hukum adat lebih efektif diterapkan di tengah-tengah masyarakat, mengingat, adat ini lebih mengedepankan rasa kekeluargaan dan toleransi. “Program ini menarik, makanya kami datang kesini untuk melakukan riset, bagaimana pelaksanaan dari program ini,” kata Firdaus.***[mds]

 

Loading...