Melalui Program Padat Karya Tunai, Desa RTH Bangun Sentra Produksi Masyarakat

image_title
Linkedin
Melalui Program Padat Karya Tunai, Desa RTH Bangun Sentra Produksi Masyarakat
Gelar padat Karya di Desa RTH, Rambah

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.CO - Melalui program Nasional Padat Karya Tunai dari Dana Desa (DD) Tahun 2018, Desa Rambah Tengah Hulu (RTH) Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (7/5/2018) bangun sentra produksi masyarakat.

Sasaran program Padat Karya Tunai dari DD 2018,  yakni semenisai jalan ke sawah dengan anggaran Rp84 juta, dengan waktu pekerjaan selama 90 hari dengan panjang jalan sekitar 300 meter.

Di kegiatan itu, dihadiri, Kepala Desa RTH, Zainal Abidin, juga dihadiri Babinsa RTH, Serka Yendri, Bhabinkamtibmas, Tokoh masyarakat Mustopa Daulay, pendamping DD dari Kabupaten Rohul, Fahrizal, perwakilan Camat Rambah, Boy Artha, perwakilan Dinas Pemerintah Desa Pemberdayan Masyarakat (DBPMPD), Rohul, serta perwakilan Inspektorat Rohul.

Kades RTH menyatakan, dalam membangun desa khususnya di program padat karya, sesuai intruksi pemerintah pusat itu harus mengikutsertakan masyarakat kurang mampu dalam mengerjakan kegiatan bersumber dari DD.

"Di desa RTH selain melibatkan masyarakat kita sendiri, juga ada TNI-Polri yang terlibat, dengan memfungsikan tiga pilar yang saling bekerjasama dan bersinergi," ungkapnya.

Terangnya lagi, dalam kegiatan tersebut anggarannya telah disetujui berdasarkan musyawarah, kemudian pada saat di lapangan perlu dilakukan sesuai  dengan ketentuan yang ada.

Mewakili Camat Rambah, Boy Artha menjelaskan, di kegiatan tersebut berupa lounching, yang  tujuannya selain membangun desa juga agar DD bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat tempatan.

Itu sudah diamanatkan Presiden RI Joko Widodo, anggaran  digunakan pada bidang pembangunan. Boleh  untuk upah kerja, namun jangan sampai tidak sesuai pembangunan yang ada," terangnya.

Pembangunan semenisasi jalan sepanjang 300 meter, ddi harapkan dapat dikerjakan secara maksimal. Kemudian, juga harus tercapai target ukuran maksimalnya, apabila waktunya, bekerja silahkan bekerja dan saat waktu istihat silahkan istirahat," katanya.

“Karena di kegiatan ini, dapat upah Rp 100 ribu per hari . Sebenarnya serimonial ini hanya  membangkitkan semangat kerja, masyarakat  berpatispasi dengan budaya   gotong-gotong," ucapnya.

Boy Artha juga menyampaikan, adanya beberapa penjelasan terkait program tesebut, lalu dilakukan lounching, sehingga secara bersama dengan masyarakat, TNI-Polri memulai dilakukan pekerjaan. (Mds)

Loading...