Masyarakat Sesalkan Manajemen Direksi PT Tor Ganda

image_title
Linkedin
Masyarakat Sesalkan Manajemen Direksi PT Tor Ganda
Tidak dipanen buah sawit busuk dipokok

Rohultoday.CO - Masyarakat di tiga desa yang merupakan anggota perkebunan plasma yang dikelola oleh PT Torganda, PT Torus Ganda dan PT Togus Gopas merasa dirugikan karena tidak adanya transparansi dari pihak perusahaan.

Masyarakat desa Tingkok, desa Lubuk Soting dan desa Tambusai Timur ini menuding tidak adanya transparansi dari direksi perusahaan. Berdasarkan informasi yang beredar, bahwa  seluruh kebun plasma di wilayah Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu yang bermitra pada perusahaaan milik DL Sitorus (Almarhum) yakni di perkebunan Kelapa Sawit Tambusai Timur, Maju Bersama, Karya Perdana, Rantau Kasai, kini buahnya ada yang busuk di pokok.

Hal tersebut terjadi diduga karena tidak di panen, sehingga masyarakat segera menyurati Sabar Sitorus sebagai Direktur Utama perusahaan tersebut.

"Buah busuk dipokok kelapa sawit, diduga keseluruhan di kebun plasma bisa saja sampai ribuan ton, diduga akibat tidak dipanen. Dalam hal ini kami masyarakat plasma rugi. Yang seharusnya perusahaan selaku mitra, memberitahu kepada pengurus dan anggota serta mencari solusi yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Umum Forum Komunikasi Koperasi dan Kelompok Tani Tambusai (FK3T) Karneng dimara lubis didampingi Ketua Harian, Sukrial Halomoan Nasution Humas Dahrin Hasibuan kepada awak media Senin, (26/2/2018) di Pasi Pengaraian.

"Buah yang sudah dipanen juga dibiarkan dilapangan," beber mereka.

Menurut Sukrial, mereka tim penyelamat pada perkebunan sawit Plasma di Kecamatan Tambusai tersebut dengan nama Forum Komunikasi Koperasi dan Kelompok Tani Tambusai (FK3T) yang sudah terbentuk, akan segera menyurati Direksi Pusat PT Torganda, PT Torus Ganda dan PT Togus Gopas yang beralamat di Jalan Abdullah Lubis No. 26, Babura, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sukrial juga menambahkan, pihak nya akan mempertanyakan kepada perusahaan penyebab masalah mengapa tidak dipanen buah kelapa sawit hingga membusuk di pokok. Selanjutnya anggota plasma diberikan ijin untuk memanen dan menjual tandan buah segar ke pabrik sekitaran Rohul. Terakhir, jika memang perusahaan tidak sanggup mengelola lahan plasma, maka putuskan kerja sama yang telah disepakati karena perusaahaan dinilai ingkar janji.

"Surat kita ini, tujuannya jika perusahaan tidak sanggup mengelola, ya kami saja yang panen dan kelola, selain itu dari pada busuk buah sawitnya, biar kami annggota plasma yang panen, karena akibat tidak di panen tersebut hasil perolehan masyarakat sangat jauh merosot," tegas mereka.

Namun, saat hal ini dikonfirnasi kepada bagian Kemitraan Direksi PT Torganda di Medan Sumut, Sabar Sitorus tidak diangkat HP nya, di SMS juga tidak ada balasan. (rin)

Loading...