Home Politik Lakukan Coklit Data Pemilih, KPU Rohul Kerahkan 963 Petugas

Lakukan Coklit Data Pemilih, KPU Rohul Kerahkan 963 Petugas

342
0
SHARE
Lakukan Coklit Data Pemilih, KPU Rohul Kerahkan 963 Petugas

Apel Serentak Coklit yang digelar di kantor KPU Rohul

Rohultoday.co- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)  Sabtu (20/1/2018) resmi memulai tahapan pencocokan dan penelitian  (Coklik) data pemilih pilkada serentak diwiliyahnya. 

Dimana , Dalam Proses Pencoklikan Data Pemilih ini, KPU Rohul Menerjunkan sebanyak 963 Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di 145 Desa/kelurahan di 16 kecamatan se-Rohul.

Dimulainya tahapan pencoklikan data pemilih ini, ditandai dengan apel serentak yang digelar di kantor KPU Rohul Pasir Pengaraian.

Apel pencoklikan serentak ini, dipimpin ketua KPU rohul fahrizal, serta dihadiri komisioner kpu rohul, PPK Rambah, dan PPDP di kelurahan pasirpengaraian. 

Selain di kantor KPU Rohul, apel serentak Pencoklikan data pemilih ini juga gelar di kecamatan dan desa se-Rohul.

Ketua KPU Rohul fahrizal memastikan kesiapan kpu rohul dalam mensukseskan tahapan pencoklikan ini yang rencananya akan dilakukan dalam waktu 30 hari kedepan. 

“Persiapan sudah 100 persen, seluruh infrastruktur logistik juga sudah kita droping dan sudah sampai ke masing-masing petugas pendata data pemilih,“ tegas Fahrizal. 

Fahrizal menambahkan, dalam melakukan pencoklikan ini, KPU Rohul menurunkan sebanyak 963 petugas PPDP di 145 desa di 16 kecamatan se-Rohul. mereka nantinya akan melakukan pencoklikan secara dor to dor di 963 tps yang ada. 

Sesuai daftar penduduk potensial pemilih pemilhan (DP4) rohul dari KPU RI, jumlah warga yang akan dilakukan pencoklikan  berjumlah 376.055 pemilih. 

Agar mendapatkan data pemilih yang benar-benar Valid, Fahrizal menghimbau kepada  Petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk melaksanakan tugasnya melakukan pencocokan dan penelitian ( coklit) secara benar dan sungguh-sungguh.

“Proses coklit yang benar adalah dilakukan dengan mendatangi dari rumah ke rumah (door to door) dan memastikan warga yang mendapatkan hak pilih itu benar, jangan mencoklit dengan cara prediksi atau mengambil sampel saja,” tegas Fahrizal.***[mds]