Ketua DPRD Marah, Jalan Provinsi Rantau Kasai-Mahato Putus

image_title
Linkedin
Ketua DPRD Marah, Jalan Provinsi Rantau Kasai-Mahato Putus
Kelmi Amri, Ketua DPRD Rohul

PASIR PENGARAIAN,Rohultoday.CO – Sudah dua hari terakhir, sekitar 300 meter ruas jalan poros status provinsi Riau, menghubungkan Simpang Genjer Rantau Kasai ke Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, terputus.

Sejumlah masyarakat Tambusai Utara menuding, kerusakan ratusan meter ruas jalan provinsi di daerah mereka lebih disebabkan adanya truk perusahaan bertonase melebihi lalu lalang di jalan tersebut. Kondisi itu pun diperparah dengan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir

Bahkan secara tegas, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, yang juga putra Mahato Kecamatan Tambusai Utara, meradang atas kerusakan ratusan meter ruas jalan provinsi di daerahnya, hingga menyebabkan kemacetan panjang.

"?Kita sudah ingatkan Pemprov Riau, telepon Anggota DPRD Riau Dapil Rohul dan dinas terkait," ungkap Kelmi, Rabu (18/4/2018).

Mengantisipasi aktivitas masyarakat Tambusai Utara lumpuh, Kelmi Amri bersama Camat Tambusai Utara Mastur dan Upika, juga perwakilan dari 7 perusahaan, membahas langkah perbaikan sementara di aula Kantor Camat Tambusai Utara,

Tetapi jelas Kelmi, dari? 7 perusahaan yang ada, hanya 5 perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut, dan kelima perusahaan sepakat menyediakan material untuk perbaikan jalan lintas provinsi tersebut. Sedangkan untuk alat berat akan diturunkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rohul.

"Kita minta keseriusan perusahaan, menangani kerusakan jalan ini, dan sesuai komitmennya mereka siap membantu bahan material," jelas Kelmi.

Kelmi menegaskan, bahwa sudah sepantasnya 7 perusahaan ikut terlibat dan menjaga kondisi ruas jalan provinsi yang ada di Kecamatan Tambusai Utara agar tetap baik, seperti 3 perkebunan milik PT. Torganda, PT. Naga Mas, PT. MAN, PT. ARP, dan PT. KPN. Apalagi, jalan poros provinsi ini satu-satunya akses di daerah tersebut, tidak ada jalan alternatif.

"Inikah jalan poros provinsi, tidak hanya masyarakat yang membutuhkan, namun semua pihak, termasuk perusahaan,"

“Pada 12 April 2018 lalu, pihak Pemerintah Kecamatan Tambusai Utara sudah melakukan pertemuan dengan 7 perusahaan, namun kesepakatan yang terjalin tidak berjalan hingga ruas jalan provinsi putus total,” tegasnya.

Bahkan sebut Kelmi, saat ini tidak bisa lewat sama sekali. Kondisi jalan itu memang pada posisi base B, jadi ditambah hujan lubangnya semakin dalam.

"Kita kesalkan lagi, tahun ini tidak ada perbaikan jalan provinsi di Tambusai Utara. Sementara sebelumnya, janjinya akan ada proyek DAK (Dana Alokasi Khusus), setelah kita cek tidak ada proyek itu tahun ini," kesal Kemli.

Kelmi juga kesal, karena saat ini masyarakat lebih menyalahkan DPRD Rohul dan Pemkab Rohul, bahkan sampai-sampai di-bully di media sosial.

“Masyarakat menyalahkan kita, kini kita di-bully di media sosial. Padahal itu wewenang Pemprov (Riau)," ucap Kelmi.

Sedangkan menurut Kepala Dinas PUPR Rohul Anton ST, MT, melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR Rohul Khoirul Fahmi menyatakan, mereka sudah melaporkan kerusakan ruas jalan antara Rantau Kasai-Mahato ke Dinas PU Provinsi Riau.?

?"Kita sudah laporkan ke Pemprov Riau melalui Dinas PU Riau, dan mereka mengatakan akan segera survey ke lapangan,"? jelas Khoirul Fahmi. (Mds)

Loading...