Home Hukum & Kriminal Kapolres Tegaskan, Dirut BPR Terlibat Sindikat Narkoba

Pejabat Terlibat Narkoba

Kapolres Tegaskan, Dirut BPR Terlibat Sindikat Narkoba

263
0
SHARE
Kapolres Tegaskan, Dirut BPR Terlibat Sindikat Narkoba

Ilustrasi barang bukti narkoba

PASIR PENGARAIAN - Kapolres Rokan Hulu (Rohul), AKBP M. Hasyim Risahondua menegaskan, Direktur Utama Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (Dirut PD BPR) inisial JA (41), merupakan bandar narkoba serta bagian dari sindikat dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

Hal itu disampaikan Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua kepada sejumlah wartawan saat menggelar Konfrensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba, yang melibatkan Dirut PD BPR Rohul, JA serta rekannya JS, di Mapolres Rohul, Kamis (9/8/2018).

Saat ditanya apakah Dirut BPR tersebut merupakan bandar, Kapolres M. Hasyim menjelaskan, sesuai dengan barang bukti yang ada JA merupakan bandar. Karena JA merupakan tangan kedua, dan dirinya juga sebagai pemasok barang narkoba.

"Bila sudah menjual, maka itu bagian dari sindikat, dan diperkirakan kegiatan tersebut sudah berlangsung lama, sehingga ancaman yang diberikan kepada JA yakni 15 tahun penjara,” kata Kapolres.

Kapolres Rohul AKBP Hasyim mengatakan, polisi menetapkan JA dan JS sebagai tersangka dalam perkara dugaan kepemilikan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu lebih kurang 14 gram, dan daun ganja kering 37 gram.

Diakuinya, sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, Kepolisian diberi waktu 7 hari sejak penangkapan untuk menetapkan status tersangka.

Kita sudah tetapkan keduanya sebagai tersangka, dan secepatnya akan kita kirim SPDP nya ke penuntut umum (Kejari Rohul)," harapnya.

Kapolres juga menyampaikan, saat penangkapan di rumah pelaku JS, polisi menyita sejumlah barang bukti‎, 7 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 14 gram, daun ganja kering sekira 37 gram, 2 handpone, mobil Kijang Toyota Krista warna hijau, dan uang tunai sekitar Rp 2,35 juta.‎

"Hasil interogasi, JS buka mulut. JS mengaku, barang haram didapatkannya dari pelaku JA. Tak lama berselang, anggota Satres narkoba Polres Rohul menangkap JA di SLB Desa Ngaso. Dari penggeldahan badan, polisi tidak menemukan barang bukti, demikian juga penggeledahan di rumahnya di Jalan Kuini, Kelurahan Ujung Batu," jelasnya.

Kemudian, keterangan JS ke Lapas, pelaku JA sering menyimpan barang bukti diduga narkotika jenis sabu di areal pekarangan rumahnya, tepatnya di pot tanaman bunga anggrek.

"Keterangan J, barang haram tersebut didapatnya dari IY warga Pekanbaru, yang saat ini sudah kita tetapkan sebagai DPO," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah Dirut BPR Rohul merupakan bandar Kapolres menjelaskan, sesuai denga barang bukti yang ada ini merupakan bandar, karena JA merupakan tangan kedua, dan ia juga pemasok barang. (Ary)