Home Hukum & Kriminal Kades Kepenuhan Timur Divonis 2 Bulan 15 Hari Oleh Hakim PN Pasir Pengaraian

Kades Kepenuhan Timur Divonis 2 Bulan 15 Hari Oleh Hakim PN Pasir Pengaraian

232
0
SHARE
Kades Kepenuhan Timur Divonis 2 Bulan 15 Hari Oleh Hakim PN Pasir Pengaraian

Kades Kepenuhan Timur, bersama masyarakat usai mendengarkan vonis majelis hakim PN Pasir Pangaraian.

PASIR PENGARAIAN - Kepala Desa (Kades) Kepenuhan Timur Kecamatan Kepenuhan, Azhar terlibat kasus dugaan penganiayaan Desember 2017 lalu, dijatuhkan vonis oleh mejalis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian 2 bulan 15 hari.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut selama 5 bulan.

Usai melalui proses panjang terkait dugaan penganiayaan oleh Kades Kepenuhan Timur terhadap warganya berujung keranah hukum.

Diproses tersebut, Kades Kepenuhan Timur sudah menjalini hukuman lebih kurang selama dua bulan, sementara hasil vonis yang dijatuhkan hakim 2 bulan 15, sehingga yang bersangkutan tidak lagi berada dalam tahanan.

Kemudian, selama proses persidangan terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kades sama sekali tidak terbukti dalam proses persidangan, dengan sudah melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang seperti yang dituduhkan, melainkan hanya pengancaman.

Kades Kepenuhan Timur Azhar selaku terpidana, Rabu (1/8/2018) sore usai sidang mengatakan, terkait putusan hakim tersebut dirinya langsung menyatakan menerima, dan kepetusan hakim tersebut menurutnya sudah seadil-adilnya meskipun dalam persidangan dirinya tidak terbukti sudah melakukan penganiayaan.

Namun menurutnya, itulah hukum yang harus dipatuhi yang jelas dalam persidangan.

“Saya tidak terbukti melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan, namun hakim tetap memvonis saya bersalah dengan vonis 2 bulan 15 hari, tetapi hanya kasus pengancaman bukan penganiayaan,” jelas Azhar.

Kemudian, JPU Kejari Rohul Hari Kamis (2/8/2018) saat dikonfirmasi melalui via telepon membenarkan, vonis yang dijatuhkan hakim lebih rendah dari tuntutan JPU.

“Terhadap yang bersangkutan sebelumnya kita kenakan pasal 335 KUHP dengan ancaman maksimal satu tahun, terkait putusan tersebut Kita masih pikir - pikir karena masih ada waktu 7 hari ," terang Hari. (Ary)