Juang Sinaga Ditemukan Membusuk di Kamarnya

image_title
Linkedin
Juang Sinaga Ditemukan Membusuk di Kamarnya
Penemuan mayat Juang Sinaga didalam kamar rumahnya dalam kondisi membusuk

Rohultoday.CO - Seorang pria bernama Juang Sinaga, warga Jalan Durian RT 05/ RW 10 Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), di temukan sudah membusuk dalam kamarnya.

Dari keterangan Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono SH, pria yang ditemukan? sudah tak bernyawa dalam kondisi membusuk diketahui bernama Juang Sinaga.

Penemuan mayat pria kelahiran 10 Mei 1959 pertama kali ditemukan adik iparnya, Berliana boru Sibarani (51), yang tinggal tidak jauh dari rumah korban di Jalan Durian Kelurahan Ujung Batu.

Awalnya, pada Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 08.00 Wib, Berliana br Sibarani menelepon abang iparnya Juang Sinaga, namun tidak diangkat. Lalu sekitar pukul 10.00 Wib, saat itu Berliana br Sibarani datang ke rumah korban Juang Sinaga. Kemudian pintu diketuk dan dipanggil, namun tidak ada jawaban dari korban.

Lantas Berliana mengintip ke dalam rumah korban, melalui jendela samping rumah dan mencium aroma busuk. ?Karena penasaran, Berliana memanggil tetangga abang iparnya, dan mereka masuk ke dalam rumah melalui pintu depan yang tidak terkunci.

"Kemudian mereka mencari asal bau busuk, dan bau busuk rupanya berasal dari dalam kamar korban," jelas Ipda Nanang.

Saat berada di dalam kamar, Berliana dan tetangga, melihat abang iparnya sudah tidak bernyawa dalam kondisi terlentang dan tidak memakai baju. Pertama kali ditemukan, hidung korban mengeluarkan darah, dan tercium aroma busuk.

Lantas, penemuan mayat tersebut dilaporkan Berliana? ke Polsek Ujung Batu. Tidak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang police line dan selanjutnya menghubungi pihak Puskesmas Ujung Batu.

Dari hasil pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Ujung Batu dr. Sulastri Minora, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Dari keterangan pihak keluarga dan dikuatkan dengan keterangan dokter (Sulastri Minora), korban sudah menderita penyakit hipertensi yang bisa mengakibatkan pecah pembuluh darah,"? sebut Ipda Nanang.

Setelah dapat keterangan dari dokter, lalu pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban. Barang-barang yang ada di rumah korban juga tidak ada yang hilang. (Mds)

Loading...