Home Hukum & Kriminal Gagalkan Seludupkan Sabu,3 Pegawai Lapas Raih Penghargaan Dari Kemenkum HAM

Gagalkan Seludupkan Sabu,3 Pegawai Lapas Raih Penghargaan Dari Kemenkum HAM

283
0
SHARE
Gagalkan Seludupkan Sabu,3 Pegawai Lapas Raih Penghargaan Dari Kemenkum HAM

Lapas Beri penghargaan ketigas petugas Lapas Klas II B Pasir Pangaraian yang gagalkan penyeludukan narkoba

PASIR PENGARAIAN- Tiga pegawai Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapatkan piagam penghargaan dari Kementrian Hukum dan HAM.

Dimana, ketiga pegawai Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian tersebut berhasil menerima penghargaan, setelah ketiganya berhasil gagalkan upaya penyeludupan narkoba jenis sabu ke lingkungan Lapas, Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 10.20 Wib.

Penghargaan Kemenkum dan HAM tersebut, diberikan kepada tiga pegawai Lapas Pasir Pangaraian oleh Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Riau, Lilik Sujandi, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rohul, Senin (4/6/2018) sore kemarin.

Dimana ketiga pegawai Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian yang meraih piagam penghargaan dari Kemenkum dan HAM?, Dafrijon. Amk sebagai Petugas Penggeledahan, Ilham Suhenri Tanjung??sebagai Petugas Pintu Utama, serta Muhammad Sandi sebagai Operator X-Ray.

Ketuka penggagalan, seorang pengunjung wanita berinisial EW (50), berhasil diamankan petugas Lapas, kemudian wanita tersebut diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Rohul, karena kedapatan bawa narkotika jenis sabu untuk seorang narapidana kasus Narkoba berinisial ZL.

EW menyeludupkan narkoba, dengan modus memasukkan 1 paket??sabu ke dalam perut ikan lele yang sudah dibaluri sambal, dan dimasukkan ke nasi bungkus. Meski terbilang rapi, namun usaha wanita asal Desa Kabun, Kecamatan Kabun ini digagalkan oleh ketiga petugas Lapas Klas II B Pasir Pangaraian.

Diakui Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Riau, Lilik Sujandi,?ketiga pegawai Lapas Pasirpangaraian diberikan piagam penghargaan karena ketiganya berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Narkoba ke dalam Lapas.

Menurutnya, pemberian penghargaan sebagai bagian dari komitmen??Kementrian Hukum dan HAM, khususnya Divisi Pemasyarakatan Riau di dalam komitmen mendukung, dan juga memberikan penguatan kepada petugas di UPT Pemasyarakatan, khususnya di Lapas dan Rutan untuk tetap sungguh-sungguh dan komitmen dalam memberantas peredaran Narkoba di dalam Lapas dan Rutan.

"Dengan adanya pemeriksaan ketat dan serius, tentunya itu dapat mencegah peredaran Narkoba di dalam Lapas atau Rutan," jelasnya.

Dengan semakin ketatnya sistem pengawasan jelas Lilik, modus peredaran Narkoba semakin berkembang, sehingga tingkat kerawanan yang harus diwaspadai, dari itu perlu ditingkatkan alat pemeriksaan dan jumlah petugas??ditambah.

Walaupun demikian ucap Lilik, seiring perkembangan teknologi dan zaman, modus peredaran Narkoba di dalam Lapas atau Rutan tentunya akan semakin berkembang.

"Kita akan meningkatkan??kemampuan para petugas kita di dalam melakukan tugas-tugas pemeriksaan dan pengamanan secara umum," ujar Lilik.

"Dirinya akan berikan penguatan kepada mereka untuk melakukan kemampuan deteksi terhadap kemungkinan dan potensi terjadinya peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan," harap Lilik.

Kemudian diakui Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian Muhammad Lukman, pihak Lappas terus berusaha dan bekerja lebih keras agar Narkoba tidak masuk ke areal Lapas.

"Kita selalu berusaha, bekerja lebih keras lagi, sebab mereka bisa dikatakan selangkah lebih maju. Dengan berbagai modus dan berbagai cara, dan sudah beberapa kalinya Lapas berhasil menggagalkan," kata M. Lukman.

Lukman mengakui, berbagai modus dilakukan para pelaku dalam menyeludupkan Narkoba ke areal Lapas, seperti??memasukkan ke dalam nasi bungkus, dilempar ke dalam Lapas, diselipkan di dalam sandal yang dipakai pengunjung, dan pernah menyelipkan sabu di dalam tabung pasta gigi.

"Modus-modus inilah yang sering kita hadapi di lapangan, tentunya dibutuhkan ketelitian dan kejelian dari petugas-petugas kita semua."

"Namun yang terpenting pada prinsipnya, komitmen kita bagaimana kita mempunyai pandangan sama dalam memberantas peredaran Narkoba di dalam Lapas," ajak M. Lukman.

Kemudian ucap M. Lukman, pihak Lapas juga membuka diri dan menerima informasi dari masyarakat selama ada bukti jelas.

"Kita akan tangkap, kita akan kita melaporkan dan diserahkan ke pihak berwajib. Seperti halnya yang sudah kita lakukan," tegasnya.

Kalapas Pasir Pangaraian mengakui, alat pemindai X-Ray memang cukup membantu petugas dalam mendeteksi masuknya Narkoba ke dalam Lapas. Namun demikian ia mengharapkan komitmen dari seluruh pegawai dalam memberantas Narkoba di areal Lapas.(Ary)