Home Ekonomi Ekonomi Menurun, Petani Karet di Rohul Akui Kurang Dapat Perhatian Pemerintah

Ekonomi Menurun, Petani Karet di Rohul Akui Kurang Dapat Perhatian Pemerintah

221
0
SHARE
Ekonomi Menurun, Petani Karet di Rohul Akui Kurang Dapat Perhatian Pemerintah

Petani sedang menyadap karet

PASIR PENGARAIAN- Para petani karet yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), saat ini mereka merasa kurang diperhatikan pemerintah.

Dampak kurannya perhatian pemerintah, kini ekonomi petani karet jauh menurun. Hal itu dampak harga jual karet yang tidak pernah pernah stabil bahkan kerap anjlok.Sedangkan??harga TBS kelapa sawit, dapat perhatian dan dukungan pemerintah dalam hal hasil produksi dan harga jual.

Sedangkan, hingga kini tanaman karet dinilai efektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, apalagi tanaman tersebut tidak mengganggu lingkungan hidup dan secara operasional lebih murah dibandungkan tanaman kelapa sawit.

Eman salah seorang warga Pasir Pangaraian, Senin (2/7/2018) mengakui, selama ini petani karet di Rohul kurang dapatkan perhatian dari Pemerintah, dibandingkan dengan petani sawit yang selalu mendapatkan support juga program.

Apalagi, jelas Eman lagi, kini petani karet kesulitan mendapatkan bibit karet unggul, sementara petani Sawit mendapatkan subsidi bantuan bibit dari pemerintah. Selain itu, penetapan harga jual sawit juga dilibatkan pemerintah.

?Sementara, harga jual karet tidak pernah dilibatkan pemerintah. Sehingga harga jualnya seenak pabrik saja. Begitu juga sarana prasana pendukung yang dibutuhkan petani, juga jauh dan kurang dapatkan perhatian. Mulai bibit unggul termasuk pupuk subsidi,?

?Jelasnya, sebagai petani karet kami merasa sangat tidak perenah dapatkan dukungan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemkab Rohul serta Pemrov Riau. Sehingga sangat miris sekali petani karet dari kata sejahtera, dibandingkan petani kelapa sawit,? ucap Hendri, salah seorang petani Karet di Pasir Pangaraian,

Apalagi, saat ini harga jual karet petani hanya berkisar Rp7.000. Dengan kondisi Saat ini, tingkat perekonomian petani karet sangat terpuruk, sehingga para petani meminta pemerintah daerah berikan solusi agar harga jual karet petani tetap diangka stabil, sehingga penurunan harga karet tidak terlalu membebani perekonomian para petani di Rohul.

?Apalagi, selama ini belum ada campur tangan pemerintah, untuk menetralisir harga karet di tingkat petani, khususnya di Rohul. Padahal, kondisi ekonomi petani sudah sangat parah.Ditambah dengan kebutuhan anak sekolah dan rumah tangga yang harus dipenuhi sehingga bertambah membebankan pata petani,? ungkap Eman. (Mds)