Home Peristiwa Dipecat Sepihak, Pekerja Kebun Rokan Blok Tuntut Gaji

Dipecat Sepihak, Pekerja Kebun Rokan Blok Tuntut Gaji

101
0
SHARE
Dipecat Sepihak, Pekerja Kebun Rokan Blok Tuntut Gaji

Ilustrasi karyawan dipecat tuntut gaji

PASIR PENGARAIAN- Para pekerja di perkebunan kelapa sawit Rokan Blok dipecat sepihak oleh pihak perusahaan. Para pekerja di perkebunan kelapa sawit sekitar 400 hektar di Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo, tidak mendapatkan gaji serta uang pesangon hingga kini.

Samsir Samosir (31) warga Dusun I Sei Kuning RT/RW 001/001 Kecamatan Rambah Samo mengakui, dirinya sudah bekerja selama dua tahun sebagai supir pembawa buah kelapa sawit.

?Sudah bekerja selama dua tahun di perusahaan disini sudah , namun gaji saya setelah dipecat sebulan belum dibayarkan perusahaan,? tegasya Sabtu (30/06/2018).

Ketika ditanya tentang Jamsostek atau BPJS kesehatan, lagi-lagi Samsir menyatakan, bahwa selama dirinya bekerja di Rokan Blok hingga dirinya dipecat belum pernah menerima Jamsostek atau BPJS Kesehatan.

?Bila kami sakit, maka kami berobat sendiri?, ucapnya.

Saat ini, gaji para pekerja yang dipecat mendesak pihak perusahaan agar gaji mereka dibayarkan perusahaan perkebunan, bahkan Managar perusahaan bernisial L malah menyuruh gaji karyawan diambil di Polsek Rambah Samo.

Sikapi aksi para pekerja, Kapolsek Rambah Samo IPTU Dedy Siswanto SH, MH saat dikonfirmasi, Minggu (01/07/2018) melalui via selulernya, membenarkan ada Samosir pekerja yang mendatanginya. Namun dirinya membantah pernyataan Manager Perusahaan sawit yang menyuruh Polsek Rambah Samo mengambil gaji karyawan.

"Itu tidak benar, Managernya saja saya tidak kenal. Kita juga sudah melakukan langkah untuk di mediasi oleh Bhabinkamtimas Polsek Rambah Samo. Persoalan itu sudah lama sejak sebelum bulan Ramadhan," tegasnya.

Juga diakui Delita Wati, seorang warga Desa Lubuk Napal RT/RW 002/002, selama bekerja driinya membuka warung kopi serta memasak di perkebunan kelapa Sawit Rokan Blok.

Hingga kini dana makanan dan minuman yang sudah dimakan, belum dibayarkan oleh pihak perkebunan, dengan total uang makan yang telah digunakan lebih kurang Rp25 Juta.

?Dari warung kopi itulah harapan saya, menambah uang menyekolahkan anak yang masih sekolah, itu juga tidak dibayarkan,? jelas Delita Wati dengan nada sedih.

Humas perkebunan, Iyan yang dikonfirmasi mengatakan, bila tidak ada halangan Manejer perkebunan akan datang ke Rohul.

?Manajer kami akan datang ke Rohul, untuk menyelesaikan masalah??tersebut,? ucap Humas Perkebunan.

Babinkabtibmas Kecamatan Rambah Samo Aipda Pirdaus bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Rambah Koptu Dedy Nofery Samosir, ikut turun menjaga situasi agar tetap kondusif aman dan tertib. (Ais)