Coba Selundupkan Sabu, Nenek 50 Tahun ini ditangkap Petugas Lapas

image_title
Linkedin
Coba Selundupkan Sabu, Nenek 50 Tahun ini ditangkap Petugas Lapas
Ilustrasi penyelundupan sabu sabu di lapas kelas II B Pasir Pengaraian

PASIR PENGARAIAN - Petugas Lapas Klas II B Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berhasil gagalkan upaya seorang wanita menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu kedalam lapas.

Wanita berinsial EW (50) yang merupakan pengunjung Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, ditangkap petugas kemudian diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Rohul, karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu yang akan dikirim ke seorang narapidana kasus narkoba berinisial ZL.

Upaya penyeludupan dilakukan wanita tersebut terbilang unik. Karena, satu paket yang diduga narkotika jenis sabu dimasukkan ke perut ikan lele yang sudah dibaluri sambal, kemudian dimasukkan ke nasi bungkus.

Walapun terbilang rapi, namun usaha wanita asal Desa Kabun, Kecamatan Kabun tersebut dapat digagalkan Sipir Lapas Klas II B Pasir Pangaraian di bagian pemeriksaan.

Informasi Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian M. Lukman, SH, M.Si, Senin (4/6/2018) mengungkapkan, pada Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 10.20 Wib, saat itu pengunjung berinisial EW dengan nomor antrian 46, masuk melalui pintu utama Lapas dan menenteng bungkusan makanan.

Wabita setengah abad tersebut, berusaha mengelabui petugas, dengan membawa barang berupa nasi bungkus yang di dalamnya tersimpan 1 paket diduga sabu. Nasi tersebut rencananya akan diberikan kepada Zul, warga binaan Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian perkara Narkoba yang menempati kamar nomor 8.

“Pengakuan wanita tersebut, sabu itu diduga untuk seorang warga binaan berinisial ZL yang ditahan atas perkara narkoba sejak dua tahun silam. Pengakuannya lagi, ZL merupakan pacar juga calon suaminya," jelas Lukman.

Terang Lukman, saat memasuki pintu utama petugas bagian pengawasan dengan teliti dan jeli memeriksa barang bawaan EW. Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan alat pemindai atau X-Ray, petugas jaga saat itu bernama Muhammad Sandi melihat ada barang mirip Narkoba jenis sabu dalam nasi bungkus.

“Itu bukti tidak ada pembiaran peredaran Narkoba di Lapas, dan komitmen bersama petugas Lapas Pasirpangaraian untuk memerangi narkoba," tegas M. Lukman.

Jelas Lukman, saat itu barang mencurigakan selanjutnya dilaporkan kepada Sipir Lapas bernama Dafrijon. Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap EW.

Saat itu, nasi bungkus yaang dibawa EW diperiksa petugas, dengan cara menuangkannya ke dalam piring dan disaksikan perempuan tersebut. Dalam perut ikan lele, petugas menemukan benda yang dililit plastik asoi merah dengan lakban bening yang diduga narkotika jenis sabu.

“Dalam upaya penyelupan narkoba ke dalam Lapas cukup unik, wanita tersebut memasukkan paket sabu ke dalam perut ikan lele dalam bungkusan nasi," kata M. Lukman.

Setelah berhasil amankan EW ucap M. Lukman, KPLP Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian Parlin H. Simanjuntak dan Kasi Binadi Giatja, kemudian melaporkan temuan ke Kalapas, dan melaporkan ke Divisi Pemasyarakat Kanwil Kemenkumham Riau.

Tambah M. Lukman lagi, EW beserta bara?ng bukti berupa 1 paket diduga sabu diserahkan ke Satuan Resnarkoba Polres Rohul untuk penyelidikan lebih lanjut

Satuan Resnarkoba Polres Rohul, ungkap M. Lukman, wanita EW telah tetapkan tersangka, dan sudah ditahan di Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian sebagai tahanan titipan Polres Rohul.(Mds)

Loading...