Cabuli Anak Muridnya, Oknum Guru SD di Rohul Diciduk Polisi

image_title
Linkedin
Cabuli Anak Muridnya, Oknum Guru SD di Rohul Diciduk Polisi
Oknum Guru Cabul Saat di Periksa

Rohultoday.co-Oknum seorang guru PNS di Sekolah Negeri (SDN) 018 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial AR, dididuga lakukan pelecehan seksual atau pencabulan terhadap sedikitnya 5 muridnya. 

Oknum guru pria usia 51 tahun kelahiran Kampar, Warga Lenggopan Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan tersebut, kini telah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah dilakukan penahanan di tahanan Mapolres Rohul‎. 

Menurut Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SIK, SH, dirinya membenarkan telah menahan seorang oknum guru PNS SDN 018 Rambah berinisial AR, dengan tuduhan tindak pidana dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Jelas ‎AKP Harry, dugaan pencabulan dilakukan AR terhadap 5 murid perempuannya, diperkirakan terjadi di kelas saat tengah proses belajar mengajar, di kelas di SDN 018 Rambah, sejak November 2017 hingga Januari 2018. 

‎Tambah AKP Harry, kini Kepolisian baru mencatat sedikitnya 5 anak perempuan berusia 11 tahun hingga 12 tahun yang diduga sudah menjadi korban tindak pidana pencabulan dilakukan tersangka AR, yakni murid berinisial R, S, RI, NW, dan SH. 

Ungkap AKP Harry, dari keterangan salah seorang saksi, modus dugaan pencabulan yang dilakukan AR saat di kelas, dimana saat proses belajar mengajar, semula pelaku mendekati korbannya. Kemudian dirinya  merangkul bahu korban sebelah kanan dengan menggunakan tangan kanan. 

Namun karena korban diam, pelaku lalu meremas payudara korban sebelah kanan dan bagian alat vitalnya.‎ Namun korban mengelakkan tangan pelaku lalu pelaku pergi. 

“Dugaan sementara, kejadian serupa juga pernah terjadi terhdap rekan-rekan korban lainnya dalam rentang waktu sejak November 2017 hingga Januari 2018," jelas AKP Harry, Senin (29/1/2018) di Mapolres Rohul. 

Ungkap AKP Harry, dugaan pencabulan dilakukan AR terungkap Jumat (26/‎1/2018) sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu, piket Reskrim Polres Rohul mendapat informasi bahwa banyak warga sedang berkumpul di daerah Lenggopan Kelurahan Pasir Pengaraian. 

Saat itu, puluhan warga diduga akan melakukan upaya pencarian dan penyerangan terhadap salah seorang oknum guru PNS SDN 018 Rambah berinisial AR, yang diduga kuat sudah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid perempuannya. 

Dengan adanya informasi tersebut, piket Reskrim Polres Rohul saat itu Bripka David Siregar, Brigadir Hendra Volta, bersama anggota unit PPA yaitu Brigadir N. J. Sinaga melaporkan ke Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, yang kemudian memerintahkan anggota untuk mengamankan terduga pelaku.‎ 

‎Usai mendapat perintah, tim langsung menuju lokasi. Di lokasi, terlihat puluhan warga Lenggopan telah berkumpul untuk mencari dan akan melakukan penyerangan terhadap AR, orang yang diduga kuat sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap para muridnya.‎ 

“Kemudian anggota piket di lokasi sempat berupaya meredam massa dengan memberi pengertian, bahwa perkara akan ditangani pihak Kepolisian dengan cepat. Alhamdulillah amarah warga bisa diredam, dan mereka percaya," sebut AKP Harry. 

Kemudian disaat melakukan penyelidikan, piket Reskrim gabungan dengan anggota PPA Polres Rohul mendapat informasi keberadaan pelaku di daerah Pasar Lama Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah. 

“Lalau saat itu juga dilakukan penangkapan, kini pelaku sudah dibawa ke Mapolres Rohul untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," jelasnya.

AKP Harry mengaku, di perkara itu, penyidik sudah mengantar para korban guna menjalani visum, kemudian memeriksa‎ korban dan saksi-saksi, koordinasi dengan P2TP2A, gelar perkara untuk peningkatkan status sidik dan penetapan tersangka. 

“Kemudian,kita juga tengah mendalami untuk dugaan korban yang kemungkinan bertambah," sebut AKP Harry ke wartawan.***[mds]