BPTP Riau Latih Penyuluh Rohul Untuk Budidaya Kedelai

image_title
Linkedin
BPTP Riau Latih Penyuluh Rohul Untuk Budidaya Kedelai
Pelatihan Budidaya Kedelai

Rohultoday.CO - BPTP Riau bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) budidaya kedelai bagi penyuluh lapangan di Kabupaten Rokan Hulu.

Kegiatan ini sekaligus dengan pembuatan demplot percontohan bubidaya kedelai di Balai Benih Utama (BBU) Tali Kumain, Kecamatan Tambusai.

“Penyuluh harus mengusai teknologi pertanian terbaru seperti teknologi budidaya kedelai sehingga dapat memanfaatkan dan mengembangkan di wilayah binaan masing-masing penyuluh” terang Barikun, Sekretaris Distanhorti saat memberikan arahan.

“Untuk menentukan dosis pupuk digunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) yaitu suatu alat untuk analisis kadar hara tanah lahan kering, yang dapat digunakan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan cukup akurat” terang Usman.

“Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P, dan K tanah yang terdapat dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif. Penetapan P dan pH dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisis P dan K tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi untuk tanaman jagung, kedelai dan padi gogo” lanjutnya

Teknologi budidaya kedelai yang diterapkan adalah penggunaan Agrimeth yaitu pupuk hayati yang mengandung mikroba yang dapat menghemat biaya produksi, meningkatkan produksi tanaman sebesar 20-50%, memperbaiki pertumbuhan tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan mikroba patogen, aman digunakan, serta bersahabat dengan lingkungan.

Disamping itu juga diguankan pupuk hayati Agrisoy yang mampu memacu pembentukan bintil akar, jumlah polong isi per tanaman, dan meningkatkan hasil biji kedelai lebih baik dibanding tanpa diinokulasi, dan memberikan hasil sama bahkan lebih tinggi/efisien dibanding dipupuk NPK rekomendasi

Peserta sangat antusias dalam menanggapi materi yang di paparkan, setelah selesai pemaparan materi di ruangan dilanjutkan ke lapangan untuk peragaan inovasi teknologi yaitu uji tanah untuk rekomendasi pemupukan dengan PUTK, aplikasi agrimeth dan agrisoy serta penggunakan alat tanam benih langsung (Atabela). Benih yang digunakan adalah Varietas Unggul Baru (VUB) Devon yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dengan potensi hasil 3,09 ton/ha (release)

Loading...