Berikut Daftar Pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Tanjak Khas Rohul

image_title
Linkedin
Berikut Daftar Pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Tanjak Khas Rohul
Foto Bersama Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Bersama para Pemenang Sayembara Tanjak dan Brand Khas Rohul

Rohultoday.co-‎ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu resmi mengumumkan para pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul. 

Pengumuman pemenang lomba‎ Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Khas Rohul di aula Kantor Disparbud Rohul, Jumat (8/11/2017), dihadiri Direktur Utama Perusahaan Daerah (Peruda) Rokan Hulu Jaya atau PDRJ Jenewar Efendi S.Sos, didampingi Direktur Produksi dan Operasional Perusda Rokan Hulu Jaya Fitria Ruliani ST. 

Selaku pemenang Desain Brand Pariwisata Khas Rohul, juara pertama yakni Rice Indah Tarigan dari Kecamatan Rambah, juara kedua Asril Jamaan dari Kecamatan Rambah Hilir, dan juara ketiga yakni Reski Efriyanto Zebua dari Kecamatan Rambah Samo. 

Sedangkan untuk juara pertama Desain Tanjak Khas Melayu Rohul yakni Muslim dari Kecamatan Rambah Hilir, juara kedua Theo Rapi Ridwan dari Kecamatan Rambah Hilir, dan juara ketiga Fahrudin Efendi dari Kecamatan Kepenuhan. 

Kepala Disbudpar Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si mengatakan lomba Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul merupakan kerjasama antara Disparbud Rohul dengan Perusda Rokan Hulu Jaya. 

Brand pariwisata, dijelaskan Yusmar merupakan sebagai logo, lambang dan identitas Kabupaten Rohul dalam memperkenalkan potensi daerah ke dunia luar.‎ 

"Bahwa Rokan Hulu itu adalah daerah yang religius dan orang yang beragama dan berbudaya sekaligus sebagai tujuan (wisata). Dalam pelaksanaan sebenarnya semua sektor, tapi sekarang ini khusus di pariwisata dan kebudayaan," jelas Yusmar saat membuka acara. 

Berdasarkan proses sayembara maupun konsultasi dan penyesuaian dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Kementerian Pariwisata, untuk brand pariwisata Kabupaten Rohul adalah “Rokan Hulu Diversity of Melayu” yang artinya Kabuapten Rohul punya keberagaman dari Melayu. 

"Kalau brand adalah identitas. Kita menunjukkan kepada dunia luar, ini dia Rokan Hulu. Kalau mau kenal dengan Rokan Hulu ini dia, filosofisnya ada di sana. Apa yang terkandung budaya dan karakter masyarakatnya ada disitu tapi secara abstrak, itu ada di brand," ungkap Yusmar.‎ 

Untuk tanjak sendiri, jelas Yusmar, merupakan semacam alat pemersatu bagi masyarakat Rohul dan masyarakat lain. Dan tanjak sebagai pemenangnya diberinama "Unak Serantau" atau duri serantau yang menjaga Kabupaten Rohul dari apapun halangan, rintangan dan macam-macam.‎ 

"Pokoknya yang tinggal di Rokan Hulu, (tanjak) inilah pemersatu yang kebetulan pemenangnya adalah "Unak Serantau"," ungkap Yusmar. 

Menurut Yusmar, istilahnya jika tanjak sudah dipasangkan berarti seorang akan aman dan tidak akan diganggu. "Istilahnya sudah masuk keluarga Rokan Hulu, maka dia mempunyai kewajiban untuk menjaga, membangun dan memajukan Rokan Hulu, baik kini maupun akan datang," jelas Yusmar. 

Mantan Kadiscapil Rohul ini mengaku ada beberapa kriteria membedakan antara tanjak khas Rohul dengan tanjak dari daerah lain. Dan tanjak khas Rohul rencananya akan dipatenkan oleh Disbudpar Kabupaten Rohul.‎ 

"Ada yang membedanya tanjak Rokan Hulu dengan tanjak dari daerah lain. Memang banyak bermacam-macam tanjak yang yang ada di Melayu, akan tapi tanjak Rokan Hulu dilaksanakan melalui sayembara dan mempunyai filosofis sejarah tersendiri," terang Yusmar.‎ 

"Kalau (tanjak) punya daerah lain ada macam-macam, ada namanya Belalai Gajah, Dendam Tak Sudah, macam-macam memang, tapi satu daerah yang melaksanakan sayembara dan menetapkan tanjak untuk daerahnya sepengetahuan kita baru Rokan Hulu yang lain belum," katanya. 

"Karena ini sudah kita sayembarakan dan sudah kita tetapkan, maka ini adalah patennya Rokan Hulu. Kalau memang ada tanjak khas Rokan Hulu dipakai oleh daerah luar, istilahnya daerah itu harus permisi dengan Rokan Hulu," tambah Yusmar.‎ 

Mantan Kabag Humas Setdakab Rohul ini menambahkan, tanjak merupakan alat pemersatu, seperti ulos yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan sudah mendunia. 

"Jadi (tanjak) ini alat pemersatu kita, siapa yang memakai tanjak yang lainnya harus menjaganya. Istilahnya dia sudah masuk ke dalam keluarga besar Rokan Hulu," tambahnya lagi. 

Ditanya apakah tanjak akan dibuat khusus dan corak, serta bisa dipakai oleh masyarakat, Yusmar mengaku masih perlu meminta izin kepada pimpinan. 

"Rencana kita memang ada, sekaligus ini dijadikan cinderamata bagi tamu yang datang ke Rokan Hulu. Seperti Presiden tanjak akan buat kuning emas, Gubernur warna perak, Bupati warna perunggu. Ini akan ada kriteria-kriteria khusus setelah konsultasi dengan pimpinan nanti," kata Yusmar. 

"Ini akan coba untuk mensosialisasikan atau memasyarakatkan dulu di kalangan masyarakat Rokan Hulu.‎ Kita usahakan untuk dipatenkan, tapi tidak akan merubah filosofis awalnya," tandas Yusmar.***[mds]